Munculnya Partai Sempalan Wajar karena Aturan Membolehkan
Jum'at, 11 September 2020 - 19:33 WIB
Namun, dia mengatakan, banyaknya partai politik (Parpol) menyulitkan publik memiliki hubungan yang positif dengan Parpol. "Tidak heran Party ID di Indonesia rendah. Kita para elite perlu belajar dewasa dalam berpolitik agar publik jatuh cinta dengan politik dan politisi," pungkasnya.
Sekadar diketahui, kemunculan partai sempalan sudah sejak lama. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya, merupakan sempalan dari PDI yang dipimpin oleh Soerjadi saat orde baru. Kemudian, Partai Golkar melahirkan Partai Gerindra, Hanura, Nasdem dan Berkarya.
(Baca: Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melahirkan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Partai Amanat Nasional (PAN) sempat melahirkan Partai Matahari Bangsa.
Kini, Amien Rais pun dikabarkan akan membentuk PAN Reformasi. Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sempat melahirkan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) yang diketuai oleh Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.
Sekadar diketahui, kemunculan partai sempalan sudah sejak lama. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya, merupakan sempalan dari PDI yang dipimpin oleh Soerjadi saat orde baru. Kemudian, Partai Golkar melahirkan Partai Gerindra, Hanura, Nasdem dan Berkarya.
(Baca: Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19)
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melahirkan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Partai Amanat Nasional (PAN) sempat melahirkan Partai Matahari Bangsa.
Kini, Amien Rais pun dikabarkan akan membentuk PAN Reformasi. Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sempat melahirkan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) yang diketuai oleh Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.
(muh)
Lihat Juga :