Munculnya Partai Sempalan Wajar karena Aturan Membolehkan

Jum'at, 11 September 2020 - 19:33 WIB
loading...
Munculnya Partai Sempalan...
Mardani Ali Sera. Foto/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi II DPR RI, Mardani Ali Sera menilai partai sempalan adalah wajar karena aturan yang ada membolehkannya. "Tapi itu juga menunjukkan kedewasaan elite partai yang masih berproses," ujar Mardani Ali Sera kepada SINDOnews, Jumat (11/9/2020).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini pun memberikan contoh di negara maju seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia dan Jepang, selalu ada faksi dan friksi dalam partai mereka.

"Entah Republik atau Demokrat, Konservatif atau Partai Buruh, atau Partai Nasional atau LDP semua ada gerbong yang berbeda varian tapi tetap semua dalam satu partai," ujar Mardani.

(Baca: Partai Gelora Mulai Unjuk Gigi, Jadi Warning bagi PKS?)

Namun, dia mengatakan, banyaknya partai politik (Parpol) menyulitkan publik memiliki hubungan yang positif dengan Parpol. "Tidak heran Party ID di Indonesia rendah. Kita para elite perlu belajar dewasa dalam berpolitik agar publik jatuh cinta dengan politik dan politisi," pungkasnya.

Sekadar diketahui, kemunculan partai sempalan sudah sejak lama. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) misalnya, merupakan sempalan dari PDI yang dipimpin oleh Soerjadi saat orde baru. Kemudian, Partai Golkar melahirkan Partai Gerindra, Hanura, Nasdem dan Berkarya.

(Baca: Mardani Ali Sera Sarankan Duit Influencer untuk Riset Vaksin Covid-19)

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melahirkan Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia. Partai Amanat Nasional (PAN) sempat melahirkan Partai Matahari Bangsa.

Kini, Amien Rais pun dikabarkan akan membentuk PAN Reformasi. Kemudian, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga sempat melahirkan Partai Kedaulatan Bangsa Indonesia Baru (PKBIB) yang diketuai oleh Putri KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Yenny Wahid.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Sidang Gugatan Muktamar...
Sidang Gugatan Muktamar PPP, Saksi Tergugat Dinilai Tidak Konsisten
Konflik PPP Banten Dinilai...
Konflik PPP Banten Dinilai Lebih dari Sekadar Pergantian Ketua
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Sebut Banyak Tenaga...
Sebut Banyak Tenaga Honorer Tak Kompeten, Mendagri Singgung Titipan Pejabat Lama
Minta Masukan RUU Pemilu,...
Minta Masukan RUU Pemilu, DPR Bakal Kunjungi Parpol Parlemen dan Nonparlemen
Sidang Gugatan PPP,...
Sidang Gugatan PPP, Saksi Sebut SK Plt Maluku Cacat Hukum
Peduli Keselamatan Pemudik,...
Peduli Keselamatan Pemudik, PKS Dirikan Posko Pelayanan Mudik Gratis
Ditolak Ratusan Kader,...
Ditolak Ratusan Kader, Muswil PPP Sulawesi Tengah Batal Digelar
Rekomendasi
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Hasil Piala Dunia 2026:...
Hasil Piala Dunia 2026: Uruguay Comeback atas Cape Verde di Babak Pertama
Oceanman Bali 2026 Sukses...
Oceanman Bali 2026 Sukses Hadirkan Sport Tourism Kelas Dunia
Berita Terkini
Bos Blueray Cargo Jalani...
Bos Blueray Cargo Jalani Sidang Tuntutan Korupsi Bea Cukai Hari Ini
Kondisi Roy Suryo dan...
Kondisi Roy Suryo dan Dokter Tifa Belum Pulih, Refly Harun Ungkap Penyebabnya
3 Lanud Naik Jadi Tipe...
3 Lanud Naik Jadi Tipe B, Ini Daftar Kolonel TNI AU yang Dilantik sebagai Danlanud
Dokter Tifa Masih Diinfus...
Dokter Tifa Masih Diinfus dan Roy Suryo Tidak Mau Makan Obat
Refly Harun Sudah Siapkan...
Refly Harun Sudah Siapkan Surat Permohonan Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa
Refly Harun Ungkap Kondisi...
Refly Harun Ungkap Kondisi Terkini Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved