Budiman: Demo 28-30 Agustus Peristiwa Kerusuhan Unik Pertama dalam Sejarah Indonesia Modern

Selasa, 02 September 2025 - 23:57 WIB
Berdasarkan aksi demo yang terjadi belakangan ini, dia melihat algoritma bisa menjadi pengendali aksi demonstrasi. Misalnya orang yang berada di luar negeri bahkan bisa menggerakkan massa untuk berdemo hanya berdasarkan algoritma.

Padahal, orang yang menggerakkan itu hanya mengandalkan teknologi belaka seperti chat GPT untuk melihat algoritma sentimen dari massa tersebut. Selain itu, dia juga menggunakan media sosial untuk menyebarkan ajakannya.

"Saya mungkin ada di Manila, saya bisa kok memerintahkan dengan kanal YouTube, TikTok, IG atau apa pun, saya bisa memerintahkan menyusun tuntutan-tuntutan yang saya bisa ubah tiap hari tuntutannya. Saya sebar lewat kanal-kanal yang menyebar luar biasa berdasarkan algoritma sentimen sosial yang terjadi pada pagi itu," ujar Budiman.

"Padahal, saya ngomong sama Chat GPT, bikinkan aku tuntutan slogan sesuai kondisi psikologi politik yang terjadi di Jakarta, Yogyakarta, Bandung pagi ini untuk bikin yang paling bisa secara emosional mengerahkan dan mengaduk-aduk emosi kerumunan massa di Jakarta pada jam 7 malam. Chat GPT akan bisa menuliskannya," tambahnya.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!