Partai Amien Rais Bakal Gagal Lolos Parlemen Jika Tak Bangun Diferensiasi

Jum'at, 11 September 2020 - 16:07 WIB
Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyatakan, standing position partai baru yang didirikan Amien Rais dan koleganya harus memiliki perbedaan dengan Partai Amanat Nasional (PAN). Foto/SINDOnews
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menyatakan, standing position partai baru yang didirikan Amien Rais dan koleganya harus memiliki perbedaan dengan Partai Amanat Nasional (PAN).

Menurutnya, PAN berasaskan Pancasila dan besifat terbuka, majemuk, berasal dari berbagai pemikiran, latar belakang etnis dan agama. "PAN tidak menjadikan Islam sebagai asas tapi agama menjadi landasan perjuangan PAN," kata Karyono, Jumat (11/9/2020). (Baca juga: Partai Sempalan Bisa Eksis jika Punya Tiga Hal Penting Ini)



Menurut Karyono, berbeda dengan partai baru bentukan Amien Rais dimana secara tegas berasaskan Islam meskipun ada tambahan "Rahmatan Lil ‘Alamin" di belakangnya. "Islam Rahmatan Lil Alamin (menjadi rahmat bagi semesta) dipilih menjadi asas partai seolah ingin menunjukkan identitas partai yang didirikan Amien adalah partai Islam yang moderat," ujar Karyono. (Baca juga: Jalan Oposisi Partai Baru Besutan Amien Rais)

Dengan demikian, lanjut dia, standing position partai baru yang didirikan Amien dan koleganya masuk dalam golongan partai Islam. Jika demikian, maka dalam merebut suara di pemilu nanti, partai baru yang didirikan Amien akan berebut ceruk pemilih Islam dan bersaing dengan partai berhaluan Islam lainnya. "Dengan posisi seperti itu, partai baru bentukan Amien sulit untuk berkembang lebih besar," imbuhnya. (Baca juga: Amien Rais Segera Deklarasikan Partai Baru Berasas Islam Rahmatan Lil 'Alamin, Ini Respons PAN)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!