Kasus Bupati Pati Sudewo Harus Jadi Pembelajaran, Selanjutnya Siapa?

Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:49 WIB
Diketahui, masyarakat Pati, Jawa Tengah pada Rabu, 13 Agustus 2025 menggelar demo besar-besaran menuntut Bupati Sudewo mundur. Kemarahan masyarakat dipicu oleh sikap arogansi Sudewo terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Pasalnya, lonjakan ini kontras dengan pendapatan rata-rata warga desa yang tak sampai Rp3 juta per bulan. "Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat," tulis poster berwarna putih yang menempel di mobil komando tersebut.

Dalam demonstrasi ini, Sudewo yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam sempat naik ke atas mobil polisi dan menyampaikan beberapa kata ke para pedemo. Namun, tak berselang lama, Sudewo langsung dilempari botol air mineral oleh para demonstran setelah memohon maaf.

Usai dilempari botol air kemasan, Sudewo pun terlihat langsung turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Bahkan, orang yang diduga ajudannya langsung sigap menepis botol minuman kemasan dengan tameng bertuliskan polisi.

Demo tersebut berujung ricuh. Masyarakat bentrok dengan polisi setelah massa melempari botol ke Kantor Bupati. Polisi pun menembakkan gas air mata dan water cannon ke arah massa.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat sekitar 64 orang korban luka dalam demo pemakzulan Sudewo tersebut. Sejumlah demonstran ditangkap polisi.

DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah pun sepakat membentuk tim panitia khusus (pansus) dan hak angket terkait pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!