Kasus Bupati Pati Sudewo Harus Jadi Pembelajaran, Selanjutnya Siapa?

Kamis, 14 Agustus 2025 - 08:49 WIB
loading...
Kasus Bupati Pati Sudewo...
Bupati Pati Sudewo saat memberikan pernyataan di depan Pendopo Kabupaten Pati, Kamis, 13 Agustus 2025. Foto/Instagram Pati
A A A
JAKARTA - Kemarahan masyarakat Pati kepada Bupati Sudewo dalam demo besar-besaran kemarin harus menjadi pembelajaran bagi kepala daerah lainnya. Pasalnya, rakyat akan melawan pemimpin yang semena-mena dengan berbagai cara.

“Kasus Bupati Pati Sudewo yang dipermalukan rakyatnya menjadi pembelajaran berharga bagi semua pemimpin di Tanah Air. Pemimpin yang semena-mena dan one man show akan dilawan oleh rakyatnya,” kata Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul M. Jamiluddin Ritonga kepada SindoNews, Jumat (14/8/2025).

Jamiluddin melanjutkan, rakyat akan menolaknya dengan berbagai cara, mulai yang sopan hingga paling barbar. Menurut dia, hal itu terjadi karena pemimpin yang otoriter tidak sesuai dengan sistem keterbukaan (demokrasi).

Baca juga: PBB dan Bayang-bayang Pajak Kolonial



“Pemimpin seperti ini hanya cocok di negara dengan sistem tertutup (otoriter). Karena itu, pemimpin yang otoriter di era keterbukaan dengan sendirinya akan ditolak. Pemimpin tipe ini akan diturunkan secara paksa oleh rakyatnya. Kasus di Pati setidaknya menguatkan hal itu,” tuturnya.

Untuk itu, kata Jamiluddin, pemimpin di Indonesia harus menggunakan tipe kepemimpinanan yang sesuai dengan sistem politik terbuka (demokrasi). Sistem ini dengan sendirinya menginginkan tipe kepemimpinan yang demokratis.

Baca juga: Mengenal Hak Angket yang akan Digulirkan DPRD Pati terhadap Bupati Sudewo



Karena itu, lanjut dia, pendekatan top down yang digunakan Bupati Pati harus ditanggalkan. Sebab, dia menilai pendekatan seperti ini hanya cocok di negara yang menganut sistem tertutup (otoriter).

Lebih lanjut dia mengatakan, pemimpin di Indonesia sudah seharusnya menggunakan pendekatan bottom up dan horizontal. Sebab, sambung dia, pendekatan ini yang cocok diterapkan di negara demokrasi, sebagaimana dianut Indonesia.

Baca juga: Profil Wakil Bupati Pati Risma Ardhi Chandra, Berpeluang Jadi Bupati jika Sudewo Lengser

“Jadi, pemimpin di Indonesia haruslah menyesuaikan diri dengan sistem politik yang demokratis. Bila tidak, sang pemimpin akan mengalami seperti Bupati Pati Sudewo,” pungkas Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta ini.

Hal senada juga dikatakan oleh Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Parameter Politik Adi Prayitno. “Kepala daerah tak boleh sewenang-wenang. Harus dengarkan suara rakyat. Karena kalau rakyat marah, bisa fatal akibatnya,” kata Adi dihubungi terpisah.

Baca juga: Berkaca dari Bupati Pati, Istana Imbau Pejabat Hati-hati Ambil Kebijakan

Diketahui, masyarakat Pati, Jawa Tengah pada Rabu, 13 Agustus 2025 menggelar demo besar-besaran menuntut Bupati Sudewo mundur. Kemarahan masyarakat dipicu oleh sikap arogansi Sudewo terkait kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen.

Pasalnya, lonjakan ini kontras dengan pendapatan rata-rata warga desa yang tak sampai Rp3 juta per bulan. "Bupati Pati Sudewo Mundur Secara Ksatria atau Dilengserkan Rakyat Secara Paksa. #LawanBupatiPreman, Arogan, Pembohong, Penipu Rakyat," tulis poster berwarna putih yang menempel di mobil komando tersebut.

Dalam demonstrasi ini, Sudewo yang mengenakan kemeja putih dan peci hitam sempat naik ke atas mobil polisi dan menyampaikan beberapa kata ke para pedemo. Namun, tak berselang lama, Sudewo langsung dilempari botol air mineral oleh para demonstran setelah memohon maaf.

Usai dilempari botol air kemasan, Sudewo pun terlihat langsung turun ke bawah untuk menyelamatkan diri. Bahkan, orang yang diduga ajudannya langsung sigap menepis botol minuman kemasan dengan tameng bertuliskan polisi.

Demo tersebut berujung ricuh. Masyarakat bentrok dengan polisi setelah massa melempari botol ke Kantor Bupati. Polisi pun menembakkan gas air mata dan water cannon ke arah massa.

Dinas Kesehatan Kabupaten Pati mencatat sekitar 64 orang korban luka dalam demo pemakzulan Sudewo tersebut. Sejumlah demonstran ditangkap polisi.

DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah pun sepakat membentuk tim panitia khusus (pansus) dan hak angket terkait pemakzulan Bupati Pati Sudewo.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sudewo Klaim Namanya...
Sudewo Klaim Namanya Dicatut Soal Pemerasan Jabatan Perangkat Desa, KPK: Publik Bisa Cermati Dakwaan
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
KPK Sebut Sudewo Bakal...
KPK Sebut Sudewo Bakal Jalani Persidangan di Pengadian Negeri Semarang
Kasus DJKA, KPK Telusuri...
Kasus DJKA, KPK Telusuri Dugaan Penerimaan Gratifikasi di Kemenhub
Gus Yaqut hingga Bupati...
Gus Yaqut hingga Bupati Sudewo Salat Iduladha di Masjid KPK
Kasus Korupsi Pengadaan...
Kasus Korupsi Pengadaan Jalur Kereta Api, KPK Panggil 3 ASN Kemenhub
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Wapres Ini Segera Dimakzulkan,...
Wapres Ini Segera Dimakzulkan, Terancam Dilarang Berpolitik Seumur Hidup
Rekomendasi
Tips MotionTrade: Waspada...
Tips MotionTrade: Waspada Janji Keuntungan Tinggi Tanpa Risiko, Intip Ciri Umum Investasi Ilegal
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Perkuat Daya Saing,...
Perkuat Daya Saing, LOTTE Chemical Indonesia Raih Tiga Sertifikasi ISO
Berita Terkini
Program MBG Harus Dilanjutkan,...
Program MBG Harus Dilanjutkan, Pengamat: Prabowo Ingin Wujudkan Indonesia Emas 2045
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Periksa Hilman Latief,...
Periksa Hilman Latief, KPK Telusuri Pihak yang Inisiasi Pembagian Kuota Haji Tambahan
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Sidang Perdana Dokter...
Sidang Perdana Dokter Tifa Digelar 2 Juli 2026, Roy Suryo Tunggu Praperadilan
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved