Menyikapi Uang yang Tidak Pernah Cukup
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 19:36 WIB
Fungsi Uang
Dengan segala kesibukan beraktivitas mencari uang, orang mungkin lupa atau tidak tahu mengenai sejarah terkait fungsi uang. Jika ditilik sejenak, uang di zaman perekonomian modern memiliki tiga fungsi, yaitu sebagai alat ukur, penyimpan nilai dan sebagai ukuran nilai relatif atau satuan hitung (Acemoglu, Laibson, List, 2015).
Alat tukar merupakan sesuatu yang dapat diserahkan untuk mendapatkan barang atau jasa, sehingga membantu perdagangan. Uang sebagai alat penyimpan nilai, memungkinkan orang-orang untuk mengalihkan daya beli ke masa depan.
Perekonomian modern menggunakan uang sebagai satuan hitung, patokan universal yang memuat harga beragam barang dan jasa. Transaksi ekonomi akan jauh lebih mudah dilakukan ketika terdapat alat tukar, penyimpan nilai dan satuan hitung.
Di Amerika Serikat, pada 1861, ketika terjadi perang saudara, pemerintah menggaji prajurit dengan uang kertas yang bisa dikonversikan menjadi emas. Namun pemerintah kehabisan emas dan beralih menggunakan uang fiat yang tidak dapat dikonversikan (nonkonvertibel).
Awalnya memang diperdebatkan namun pada 1862 dapat diterima masyarakat dan tidak menimbulkan hiperinflasi. Konvertibilitas secara perlahan dihapus pada abad ke-20, dan peninggalan terakhirnya dicabut pada 1971. Sejak itu sistem uang fiat menjadi yang dominan. Daya beli uang kertas tidak berfluktuasi besar ketimbang daya beli emas.
Kini, jenis uang telah bermetamorfosis hingga beragam jenis dari e-money hingga e-wallet. Juga uang kripto yang dilindungi kode komputer agar mempersulit tindak kriminal. Penggunaan proteksi ini juga menyembunyikan identitas pelaku ekonomi yang menggunakan. Tak jarang jenis uang ini digunakan untuk aktivitas ekonomi ilegal.
Sikap Terhadap Uang
Lihat Juga :