Wali Kota Bengkulu Soroti Tantangan di Era Digital, Ajak Media Bermitra dengan Pemerintah

Kamis, 31 Juli 2025 - 16:54 WIB
"Surat kabar kini hanya beberapa saja yang tersisa. Lalu bagaimana dengan pemerintah? Kami masih sangat membutuhkan media mainstream yang independen, yang bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat secara utuh," katanya.

Menurutnya, media hari ini, khususnya media daring, kerap mengabaikan kaidah-kaidah jurnalistik karena mengejar kecepatan dan popularitas. Ia menilai, masa depan media tidak bisa dilepaskan dari kemitraan yang sehat dengan pemerintah, bukan dalam konteks intervensi, tetapi dalam bingkai kolaborasi membangun kepercayaan publik.

"Manakala media dan pemerintah berhadapan, yang muncul justru pertanyaan "Kami dapat apa?" Ini tidak sehat. Media ke depan harus menjadi mitra strategis pemerintah, bukan hanya sekadar pengawas, tetapi juga penghubung," tegas Dedy.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan, ia juga mengakui bahwa tantangan anggaran menjadi isu krusial, termasuk dalam menjalin hubungan dengan media. "Tantangan lainnya adalah melakukan pengetatan anggaran dan itu berimbas ke semua lini, termasuk kerja sama media. Kami pun menyesuaikan. Kalau tidak, kami bisa ditegur oleh Kementerian Dalam Negeri," ujarnya.

Menutup pernyataannya, Dedy menyampaikan keprihatinan atas hilangnya romantisme sejarah media di masa lalu. "Romantisme sejarah media rasanya sulit terulang kembali. Tapi kita tetap bisa membangun masa depan yang sehat antara media dan pemerintah, asal ada saling percaya dan menghargai fungsi masing-masing."
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!