Totok Raih Gelar Doktor dari UNJ

Kamis, 24 Juli 2025 - 23:08 WIB
Sementara itu, Prof Dr Dedi Purwana juga mengajukan pertanyaan terkait output dari disertasi tersebut. Totok pun menjelaskan bahwa disertasinya akan menghasilkan banyak output baik dalam kerangka ilmiah, konseptual, dan implementatif atau praktis.

Hal itu sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang audit sektor publik serta penguatan kapasitas kelembagaan BPK. Totok memberikan contoh output dari sisi praktis, yakni dirinya telah merumuskan sejumlah rekomendasi yang dapat langsung diadopsi oleh BPK RI.

"Rekomendasi tersebut antara lain strategi pelatihan auditor berbasis kebutuhan aktual lapangan, optimalisasi pemanfaatan BDA secara terintegrasi dalam proses audit, serta perbaikan tata kelola waktu pemeriksaan berdasarkan kompleksitas tugas," tutur Totok.

Penguji yang lain, Prof. Agung Dharmawan Buchdadi, M.M., Ph.D mempertanyakan apakah temuan dalam disertasi Totok tersebut bisa digeneralisasi ke lembaga pemeriksa lain baik nasional maupun internasional atau memang hanya khusus BPK. Merespons pertanyaan itu, Totok mengatakan penelitian ini memang mengambil BPK sebagai locus karena karakteristiknya yang unik, sebagai lembaga konstitusional, independen, dan bertanggung jawab langsung kepada DPR.

"Namun demikian, temuan dalam disertasi ini tidak semata-mata bersifat eksklusif untuk BPK, melainkan memiliki relevansi eksternal dalam konteks lembaga pemeriksa publik lainnya, baik nasional seperti Inspektorat Jenderal, Bawasda, maupun internasional seperti SAI (Supreme Audit Institutions) di bawah kerangka INTOSAI," pungkas Totok.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!