Totok Raih Gelar Doktor dari UNJ

Kamis, 24 Juli 2025 - 23:08 WIB
loading...
Totok Raih Gelar Doktor...
Promovendus Totok Sucahyo meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Promovendus Totok Sucahyo meraih gelar doktor dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ). Gelar doktor itu diraihnya dengan pujian setelah berhasil mempertahankan disertasi berjudul 'Pengaruh Kompetensi Auditor, Penerapan Big Data Analytics, dan Waktu Pemeriksaan terhadap Kualitas Audit dengan Mediasi Kompleksitas pada Tugas BPK RI' di Gedung Bung Hatta, UNJ, Jakarta, Kamis (24/7/2025).

Hasil penelitian itu berhasil dipertanggung jawabkan secara langsung di hadapan tim penguji yang diketuai Prof. Dr. Dedi Purwana E.S., M.Bus dan sekretaris Prof. Dr. Umi Widyastuti, S.E., M.E. Dalam sidang terbuka tersebut, beberapa penguji melontarkan pertanyaan kritis, mengulik isi disertasi Totok.

Prof Dr Ir Kazan Gunawan mempertanyakan alasan Totok menggunakan 3 kerangka teoritis sekaligus dalam penelitiannya, yakni evolutionary theory, resource-based view (RBV), dan dynamic capability theory. Merespons pertanyaan Kazan, Totok mengatakan bahwa penggunaan tiga kerangka teoritis sekaligus karena ketiganya menawarkan lensa yang saling melengkapi untuk memahami dinamika strategis dan organisasi dalam konteks audit sektor publik di era digital.

Baca juga: Promosi Doktor FEB UI, Eko Surya Ungkap Strategi Orkestrasi BPKH dalam Keuangan Haji

Kazan Gunawan juga meminta penjelasan Totok atas kesimpulan disertasinya, yakni implementasi Big Data Analytics (BDA) tidak berpengaruh secara langsung terhadap kualitas audit. Totok mengakui ada sejumlah alasan BDA tidak berpengaruh langsung pada kualitas audit, antara lain tahap implementasi BDA masih bersifat permukaan, tingkat literasi dan kesiapan auditor terhadap teknologi masih variatif, serta kompetensi auditor dalam bidang teknis BDA belum merata.

"Saya menyimpulkan bahwa implementasi BDA di BPK saat ini belum cukup untuk menghasilkan kualitas audit yang lebih tinggi secara langsung. Oleh karena itu, strategi pemanfaatan BDA harus bersifat sistemik dan tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan penguatan kelembagaan, pelatihan, serta perubahan cara berpikir dalam proses audit itu sendiri," ujar Totok.

Sementara itu, Prof Dr Dedi Purwana juga mengajukan pertanyaan terkait output dari disertasi tersebut. Totok pun menjelaskan bahwa disertasinya akan menghasilkan banyak output baik dalam kerangka ilmiah, konseptual, dan implementatif atau praktis.

Hal itu sebagai kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di bidang audit sektor publik serta penguatan kapasitas kelembagaan BPK. Totok memberikan contoh output dari sisi praktis, yakni dirinya telah merumuskan sejumlah rekomendasi yang dapat langsung diadopsi oleh BPK RI.

"Rekomendasi tersebut antara lain strategi pelatihan auditor berbasis kebutuhan aktual lapangan, optimalisasi pemanfaatan BDA secara terintegrasi dalam proses audit, serta perbaikan tata kelola waktu pemeriksaan berdasarkan kompleksitas tugas," tutur Totok.

Penguji yang lain, Prof. Agung Dharmawan Buchdadi, M.M., Ph.D mempertanyakan apakah temuan dalam disertasi Totok tersebut bisa digeneralisasi ke lembaga pemeriksa lain baik nasional maupun internasional atau memang hanya khusus BPK. Merespons pertanyaan itu, Totok mengatakan penelitian ini memang mengambil BPK sebagai locus karena karakteristiknya yang unik, sebagai lembaga konstitusional, independen, dan bertanggung jawab langsung kepada DPR.

"Namun demikian, temuan dalam disertasi ini tidak semata-mata bersifat eksklusif untuk BPK, melainkan memiliki relevansi eksternal dalam konteks lembaga pemeriksa publik lainnya, baik nasional seperti Inspektorat Jenderal, Bawasda, maupun internasional seperti SAI (Supreme Audit Institutions) di bawah kerangka INTOSAI," pungkas Totok.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
AYP Dorong Kampus Melihat...
AYP Dorong Kampus Melihat Asesmen Jadi Peluang Berkelanjutan
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Gelar OTT, KPK Tangkap...
Gelar OTT, KPK Tangkap 5 ASN BPK
Penguatan Kompolnas...
Penguatan Kompolnas Jadi Jantung Reformasi Polri Antar Rangga Afianto Raih Doktor Kepolisian
Ratusan Kepsek di Sulsel...
Ratusan Kepsek di Sulsel Mundur Buntut Temuan BPK Terkait Dana BOS, DPR Dorong Evaluasi
Demo Rawamangun Menggugat...
Demo Rawamangun Menggugat Kelar, Aliansi UNJ Melawan Bubarkan Diri
Mahasiswa UNJ Beraksi,...
Mahasiswa UNJ Beraksi, Pengendara Kompak Bunyikan Klakson sebagai Bentuk Dukungan
Rekomendasi
Australia vs Turki,...
Australia vs Turki, Gol Solo Nestory Irankunda Bikin Socceroos Unggul di Babak Pertama
Bela Ruben Onsu, Betrand...
Bela Ruben Onsu, Betrand Peto Mengaku Pernah Ditampar Keluarga Sarwendah
Pejuang Hizbullah Sergap...
Pejuang Hizbullah Sergap Pasukan Israel di Lebanon
Berita Terkini
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Mendikdasmen Abdul Muti:...
Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sebagian Besar Murid Berharap Program MBG Dilanjutkan
Infografis
5 Fakta Jeffrey Epstein:...
5 Fakta Jeffrey Epstein: dari Guru Tanpa Ijazah hingga Dugaan Agen Mossad
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved