Calon Tunggal Didesain Luar Biasa oleh Elite Politik
Rabu, 09 September 2020 - 16:59 WIB
Dia memaparkan, jumlah daerah yang menggelar pilkada calon tunggal mulai dari 2015 hingga 2018 semakin meningkat. Pada tahun 2015, ada 3 daerah yakni Kabupaten Blitar, Tasikmalaya, dan Timor Tengah Utara. Pada 2017 dan 2018, masing-masing ada 9 dan 16 daerah.
"Ternyata pada 2020 ada 28 daerah potensi paslon tunggal karena ini masih dalam proses pembukaan kembali tahapan pencalonan sebagai ketentuan peraturan KPU. Ini akan menjadi bagian yang diawasi Bawaslu," tuturnya.
(Baca juga: Banyak Calon Tunggal, Perludem: Diatur yang Mau Maju Minimal Sudah 2 Tahun Jadi Kader Parpol ).
Namun, Ratna sendiri berharap akan ada penantang yang mendaftar pada masa perpanjangan ini. "Kehadiran calon (tunggal) ini didesain luar biasa dari elite politik sehingga dukungan hanya pada satu paslon," ucapnya.
Berdasarkan analisis Bawaslu, karakteristik calon tunggal itu biasanya petahana. Ini yang membuat mereka mempunyai akses pada sumber uang dan dukungan partai politik. Situasi ini membuat calon lain sulit untuk mendapatkan akses yang sama sehingga menutup peluang untuk ikut berkompetisi.
"Ternyata pada 2020 ada 28 daerah potensi paslon tunggal karena ini masih dalam proses pembukaan kembali tahapan pencalonan sebagai ketentuan peraturan KPU. Ini akan menjadi bagian yang diawasi Bawaslu," tuturnya.
(Baca juga: Banyak Calon Tunggal, Perludem: Diatur yang Mau Maju Minimal Sudah 2 Tahun Jadi Kader Parpol ).
Namun, Ratna sendiri berharap akan ada penantang yang mendaftar pada masa perpanjangan ini. "Kehadiran calon (tunggal) ini didesain luar biasa dari elite politik sehingga dukungan hanya pada satu paslon," ucapnya.
Berdasarkan analisis Bawaslu, karakteristik calon tunggal itu biasanya petahana. Ini yang membuat mereka mempunyai akses pada sumber uang dan dukungan partai politik. Situasi ini membuat calon lain sulit untuk mendapatkan akses yang sama sehingga menutup peluang untuk ikut berkompetisi.
(zik)
Lihat Juga :