Ibas: Koperasi Merah Putih Harus Berkualitas dan Transparan

Kamis, 10 Juli 2025 - 14:18 WIB
EBY juga mengajak Indonesia belajar lebih banyak dari keberhasilan koperasi global. “Belajar dari koperasi dunia, kita tidak sendiri. Koperasi di dunia telah membuktikan bahwa mereka bisa jadi kekuatan raksasa.”

“Misal: Mondragon di Spanyol, menjadi konglomerasi industri berbasis koperasi. Fonterra di Selandia Baru, menguasai 30% ekspor susu dunia. Zen-noh di Jepang, koperasi pertanian yang merajai distribusi pangan,” jelas Ibas secara detail.

Menurutnya, kesuksesan negara-negara tersebut tidaklah instan, tapi mereka mampu menjalankan tata kelola secara profesional dan didukung penuh oleh negara maupun rakyat. “Pertanyaannya, mengapa mereka bisa? Ya, karena mereka membangun skala ekonomi, menjalankan tata kelola profesional, di dukung penuh oleh negaranya, dan tak pernah kehilangan jati diri sebagai gerakan rakyat,” kata dia.

Oleh karena itu, Ibas menggarisbawahi perlunya langkah besar dan terukur agar koperasi Indonesia bisa berkibar di kancah global. “Perlu strategi menuju 10 koperasi Indonesia di top 100 dunia. Hari ini, koperasi Indonesia belum masuk 100 besar dunia, tapi itu bukan takdir, itu hanya soal niat dan strategi,” ungkap Ibas.

Di akhir sambutannya, EBY kembali menegaskan bahwa koperasi bukanlah slogan tapi strategi kebangsaan. “Koperasi adalah jalan menuju keadilan ekonomi. Koperasi bukan masa lalu, koperasi adalah masa depan yang setara. Yang kita yakini bukan hanya slogan tapi strategi kebangsaan kita,” pungkasnya.

Salah satu peserta, Ihsan Firdaus, Founder dan CEO Smartcoop menyampaikan aspirasinya. “Yang paling penting rebranding koperasi, datang dari para tokoh bangsa ini termasuk Mas Ibas mewakili tokoh muda. Digitalisasi memang sebuah keharusan, namun penting juga untuk membangun kolaborasi antar daerah dan pemerintah, juga adanya duta koperasi. Kami juga berharap adanya sarjana koperasi dan dibangunnya SMK Koperasi,” kata dia.

Acara ini diikuti oleh beberapa peserta di antaranya, Muhammad Lingga Ketua Umum Koperasi Digital Propertree; Yosi Afianto Chief Executive Officer Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Inklusi Keuangan Rakyat (IKR); Frans Meroga Ketua Koperasi Simpan Pinjam Nasari; Adi Sumunar Ketua Umum Asosiasi Pendamping Koperasi Modern (APIKOM).

Hadir juga Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR sekaligus Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan dan Anggota Komisi VI DPR Fraksi Demokrat Faujia Helga.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!