Guru Besar Unissula Peringatkan Dampak Perang Israel vs Iran bagi Indonesia
Selasa, 24 Juni 2025 - 15:42 WIB
"Indonesia perlu tampil sebagai mediator netral di forum internasional seperti OKI, G20, dan PBB untuk mendorong gencatan senjata dan solusi dua negara (two state solution). Salurkan bantuan kemanusiaan yang netral melalui mekanisme multilateral dan organisasi kemanusiaan lintas-negara," tutur Wakil Ketua Dewan Penasihat DPP AMPI ini.
Perlu juga mengedukasi publik melawan hoaks perang dan narasi radikal, khususnya di media sosial yang banyak diakses generasi muda. Indonesia dapat menjalin kerja sama di Asia dan Timur Tengah untuk menyuarakan perdamaian dunia.
"Perang Israel–Iran bukan sekadar isu regional, tapi krisis global yang menuntut kepemimpinan moral dan politik dari Indonesia. Pemerintah, partai politik, dan gerakan pemuda harus bergerak selaras untuk memastikan stabilitas nasional dan ketahanan generasi mendatang," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.
Henry percaya tantangan global seperti perang Iran-Israel harus dihadapi dengan kepemimpinan yang kuat, kebijakan adaptif, dan komitmen terhadap Pancasila serta UUD 1945.
"Indonesia harus tetap menjadi jangkar perdamaian dunia dan teladan dalam stabilitas kawasan. Sebagai mitra strategis pemerintah dan pengemban suara rakyat, serta siap menjadi garda depan dalam merespons krisis global demi kepentingan nasional Indonesia," kata Doktor dari UNS dan Universitas Borobudur ini.
Perlu juga mengedukasi publik melawan hoaks perang dan narasi radikal, khususnya di media sosial yang banyak diakses generasi muda. Indonesia dapat menjalin kerja sama di Asia dan Timur Tengah untuk menyuarakan perdamaian dunia.
"Perang Israel–Iran bukan sekadar isu regional, tapi krisis global yang menuntut kepemimpinan moral dan politik dari Indonesia. Pemerintah, partai politik, dan gerakan pemuda harus bergerak selaras untuk memastikan stabilitas nasional dan ketahanan generasi mendatang," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Kongres Advokat Indonesia (KAI) ini.
Henry percaya tantangan global seperti perang Iran-Israel harus dihadapi dengan kepemimpinan yang kuat, kebijakan adaptif, dan komitmen terhadap Pancasila serta UUD 1945.
"Indonesia harus tetap menjadi jangkar perdamaian dunia dan teladan dalam stabilitas kawasan. Sebagai mitra strategis pemerintah dan pengemban suara rakyat, serta siap menjadi garda depan dalam merespons krisis global demi kepentingan nasional Indonesia," kata Doktor dari UNS dan Universitas Borobudur ini.
(jon)
Lihat Juga :