Kemenag Buka Seleksi MQKN ke-8 Berbasis Kitab Kuning secara Digital
Selasa, 17 Juni 2025 - 17:07 WIB
Sementara itu, Direktur Pesantren Ditjen Pendis, Basnang Said, menambahkan bahwa seleksi CBT ini merupakan tahapan awal menuju MQK Nasional yang akan digelar secara luring pada 1–7 Oktober 2025 di Pesantren As’adiyah Sengkang, Wajo, Sulawesi Selatan. “Ini akan menjadi sejarah karena baru pertama kali MQK diselenggarakan di wilayah timur Indonesia,” ujarnya.
Seleksi digital ini diikuti oleh 8.773 peserta dari 1.218 lembaga, termasuk 1.161 pesantren dan 57 Ma’had Aly. CBT MQK menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan MQK, yang sebelumnya bersifat manual. Selain efisien dan transparan, sistem digital ini menjamin keadilan akses bagi seluruh peserta, termasuk mereka yang berasal dari daerah terpencil.
“Ini adalah bentuk nyata meritokrasi. Peserta yang lolos bukan semata karena nama besar pesantrennya, tapi karena kapasitasnya,” ujar Basnang.
Basnang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seleksi ini, serta berharap seluruh proses berjalan lancar dan penuh integritas.
“Kepada seluruh panitia, operator lembaga, guru pembimbing, dan para peserta, kami sampaikan apresiasi dan pesan agar menjaga integritas, kejujuran, serta semangat belajar. Sebab, dalam khazanah Islam klasik, ilmu tidak hanya dicapai dengan kecerdasan, tetapi juga dengan keikhlasan, kesabaran, dan keadaban,” pungkasnya.
Seleksi digital ini diikuti oleh 8.773 peserta dari 1.218 lembaga, termasuk 1.161 pesantren dan 57 Ma’had Aly. CBT MQK menjadi tonggak baru dalam penyelenggaraan MQK, yang sebelumnya bersifat manual. Selain efisien dan transparan, sistem digital ini menjamin keadilan akses bagi seluruh peserta, termasuk mereka yang berasal dari daerah terpencil.
“Ini adalah bentuk nyata meritokrasi. Peserta yang lolos bukan semata karena nama besar pesantrennya, tapi karena kapasitasnya,” ujar Basnang.
Basnang menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan seleksi ini, serta berharap seluruh proses berjalan lancar dan penuh integritas.
“Kepada seluruh panitia, operator lembaga, guru pembimbing, dan para peserta, kami sampaikan apresiasi dan pesan agar menjaga integritas, kejujuran, serta semangat belajar. Sebab, dalam khazanah Islam klasik, ilmu tidak hanya dicapai dengan kecerdasan, tetapi juga dengan keikhlasan, kesabaran, dan keadaban,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :