Pemimpin yang Tidak Asal Buat Perubahan

Rabu, 11 Juni 2025 - 13:42 WIB
Pertama, logika yang menekankan konflik atau pertikaian sebagai dasar perubahan. Konflik antara kekuatan yang mendukung dan yang menentang perubahan adalah dua tindakan yang saling bertentangan hingga salah satunya mendominasi dan menghasilkan sintesis yang berbeda tetapi mengandung unsur-unsur kekuatan yang mendukung dan menentang perubahan.

Model ini mengasumsikan bahwa ketidakpuasan dengan status quo diperlukan sebelum perubahan dapat terjadi. Kepuasan dan kenyamanan terhadap situasi terkini membuat organisasi enggan berubah.

Kedua, logika yang mendasarkan bahwa perubahan terjadi melalui daya tarik. Perubahan tidak dihasilkan dari tekanan untuk menjauh dari situasi saat ini, tetapi dihasilkan pada berbagai kemungkinan, bahwa dengan visi yang berbeda, akan menawarkan hasil dan harapan yang lebih baik.

Menerapkan perubahan membutuhkan kepemimpinan. Teori kepemimpinan yang paling komprehensif tentang transformasi organisasi adalah teori kepemimpinan transformasional dan transaksional.

Burns (1978) mengembangkan gagasan awal tentang kepemimpinan transformasional dan transaksional dalam konteks politik dan Bass (1985) menyempurnakan dan memperkenalkannya ke dalam konteks organisasi.

Kepemimpinan transaksional berkembang dari proses pertukaran antara pemimpin dan bawahan di mana pemimpin memberikan penghargaan sebagai imbalan atas kinerja bawahan.

Perilaku kepemimpinan transformasional melampaui kepemimpinan transaksional dan memotivasi pengikut untuk mengidentifikasi dengan visi pemimpin dan mengorbankan kepentingan pribadi mereka demi kepentingan organisasi.

Konseptualisasi kepemimpinan transformasional menurut Bass (1985) mencakup karisma atau pengaruh yang diidealkan (para pengikut percaya dan mengidentifikasi diri secara emosional dengan pemimpin), stimulasi intelektual (para pengikut didorong untuk mempertanyakan cara mereka sendiri dalam melakukan sesuatu) dan pertimbangan individual (tugas didelegasikan kepada para pengikut yang menyediakan kesempatan belajar bagi mereka).

Hasil penelitian Tichy dan Devanna (1990) memperlihatkan bahwa para pemimpin transformasional terlibat dalam suatu proses, yang mencakup serangkaian fase: mengenali perlunya perubahan, menciptakan visi baru, dan kemudian melembagakan perubahan tersebut.

Perubahan pada Tingkat Operasional



Pada tingkat operasional diperlukan tiga karakteristik utama manajer yang berhasil dalam organisasi yang terus berubah (Brown & Eisenhardt, 1997).

Pertama, manajer yang sukses memberikan tanggung jawab dan prioritas yang jelas dengan komunikasi yang luas dan kebebasan untuk berimprovisasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!