Banyak Calon Tunggal, Perludem: Diatur yang Mau Maju Minimal Sudah 2 Tahun Jadi Kader Parpol

Selasa, 08 September 2020 - 09:56 WIB
“Syarat untuk calon perseorangan pun harus dipermudah karena nanti punya alternatif pilihan. Kalau cuma satu, enggak ada dialog. Enggak bisa membandingkan visi-misi, dan program,” tuturnya.

Dia menerangkan salah satu pilar demokrasi itu dalam pemilihan umum (pemilu) itu adanya kompetisi. Sementara itu, pilkada dengan calon tunggal itu tidak ada kompetisi.

“Menurut saya, yang tidak kalah penting demokratisasi di internal parpol. Partainya sudah menyiapkan orang yang mau diusung. Ini baru mau pilkada, baru nyari yang populer mana nih? Yang punya elektabilitas tinggi,” jelasnya.

Cara-cara itu pada akhirnya menyingkirkan kader partai yang bertahun-tahun membangun karir politik. Terkadang, pilihan jagoan dalam pilkada jatuh pada yang memiliki modal finansial besar. (Baca juga: Pendaftaran Calon Munculkan Pesimisme Kelanjutan Tahapan Pilkada 2020)

“Seolah-olah partai enggak punya kader. Katanya mesin partai berjalan. Kalau enggak, diatur yang mau jadi caleg atau kepala daerah setidaknya minimal sudah dua tahun menjadi kader partai,” pungkasnya.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!