TNI Lahir dari Rahim Rakyat, Jadikan Pilar Persatuan dan Pembangunan Bangsa

Jum'at, 18 April 2025 - 21:06 WIB
Guru Besar Damai dan Resolusi Konflik, Rumpun Ilmu Pertahanan Universitas Negeri Jakarta Abdul Haris Fatgehifon menegaskan TNI lahir dari rahim rakyat Indonesia. Foto: Ist
JAKARTA - Guru Besar Damai dan Resolusi Konflik, Rumpun Ilmu Pertahanan Universitas Negeri Jakarta Abdul Haris Fatgehifon menegaskan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) lahir dari rahim rakyat Indonesia. Itu disampaikan merespons pentingnya persatuan di tengah gejolak resistensi terhadap RUU TNI yang saat ini sudah ditandatangani dan tercatat dalam lembaran negara menjadi UU No 3 Tahun 2025 tentang perubahan UU No 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Dia menekankan pentingnya komponen masyarakat untuk memahami bahwa TNI bukan hanya kekuatan bersenjata, tetapi juga bagian tak terpisahkan dari perjuangan dan pembangunan nasional yang dilandasi semangat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia.



Baca juga: Jenderal Dudung: Ibu Kandung TNI AD adalah Rakyat

"TNI didirikan oleh kalangan anak-anak muda dan rakyat Indonesia yang berasal dari latar belakang daerah dan agama yang berbeda. Lahirnya tentara adalah buah dari kesadaran kolektif untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia, dan itu adalah kewajiban seluruh rakyat Indonesia," ujar Haris, Jumat (18/4/2025).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!