PCINU Turki Sambut Kunjungan Prabowo di Ankara, Hadiahkan Cendera Mata Kaligrafi Islami
Minggu, 13 April 2025 - 07:28 WIB
Dalam pertemuan tersebut, PCINU Turki menyerahkan cendera mata berupa karya kaligrafi Islami kepada Presiden Prabowo. Karya tersebut merupakan hasil tangan Rois Syuriah PCINU Turki, Ustaz Syahriansyah Sirojuddin yang dikenal luas sebagai satu-satunya seniman kaligrafi asal Indonesia yang diakui di jajaran elite kaligrafer Muslim dunia. Kaligrafi tersebut memuat kutipan dari Surat Al-An’am ayat 152: 'Dan apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun terhadap kerabatmu.'
Presiden Prabowo menyambut hangat pemberian tersebut dan menunjukkan kekagumannya terhadap karya seni yang diberikan. Meski memiliki agenda yang padat, Presiden menyempatkan diri untuk berbincang dan menerima langsung cinderamata dari Ketua Tanfidziyah PCINU Turki.
Kunjungan kenegaraan ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan diplomatik, tetapi juga mempererat koneksi historis dan emosional antara Indonesia dan Turki. Dalam pidatonya di Parlemen Turki, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Turkiye memiliki tempat istimewa di hati bangsa Indonesia, merujuk pada hubungan panjang yang telah terjalin sejak era Kesultanan Utsmaniyah.
Presiden juga mengungkapkan kekagumannya terhadap tokoh-tokoh besar sejarah Turki, seperti Mustafa Kemal Atatürk dan Sultan Mehmed II. "Di kantor saya ada patung Atatürk, bahkan di rumah saya pun ada," kata Presiden menekankan bahwa nilai-nilai seperti keberanian dan patriotisme yang dibawa Atatürk sangat relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Prabowo menegaskan sikap Indonesia yang mendukung tegas perjuangan rakyat Palestina. "Banyak negara memilih pura-pura tidak melihat penderitaan di Gaza, tetapi Indonesia tidak termasuk di antaranya. Kami berdiri bersama Turkiye dalam menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina," tegasnya.
Presiden Prabowo menyambut hangat pemberian tersebut dan menunjukkan kekagumannya terhadap karya seni yang diberikan. Meski memiliki agenda yang padat, Presiden menyempatkan diri untuk berbincang dan menerima langsung cinderamata dari Ketua Tanfidziyah PCINU Turki.
Kunjungan kenegaraan ini tidak hanya menjadi simbol penguatan hubungan diplomatik, tetapi juga mempererat koneksi historis dan emosional antara Indonesia dan Turki. Dalam pidatonya di Parlemen Turki, Presiden Prabowo menyatakan bahwa Turkiye memiliki tempat istimewa di hati bangsa Indonesia, merujuk pada hubungan panjang yang telah terjalin sejak era Kesultanan Utsmaniyah.
Presiden juga mengungkapkan kekagumannya terhadap tokoh-tokoh besar sejarah Turki, seperti Mustafa Kemal Atatürk dan Sultan Mehmed II. "Di kantor saya ada patung Atatürk, bahkan di rumah saya pun ada," kata Presiden menekankan bahwa nilai-nilai seperti keberanian dan patriotisme yang dibawa Atatürk sangat relevan dalam menghadapi tantangan global saat ini.
Prabowo menegaskan sikap Indonesia yang mendukung tegas perjuangan rakyat Palestina. "Banyak negara memilih pura-pura tidak melihat penderitaan di Gaza, tetapi Indonesia tidak termasuk di antaranya. Kami berdiri bersama Turkiye dalam menyuarakan keadilan bagi rakyat Palestina," tegasnya.
Lihat Juga :