Baznas Komitmen Kelola ZIS untuk Pembangunan Nasional dan Pengentasan Kemiskinan
Rabu, 12 Maret 2025 - 19:47 WIB
"Selama tahun 2024, Baznas menyalurkan Rp68,3 miliar kepada 26.778 mustahik UMKM. Program ini bertujuan untuk mengubah mustahik menjadi muzakki dalam jangka panjang. Sinergi dengan pemerintah dan sektor swasta sangat penting untuk memastikan program berbasis ZIS lebih tepat sasaran, terintegrasi dengan kebijakan daerah, serta berkelanjutan," kata Mahdum.
Mo Mahdum merincikan, seluruh program Baznas berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, dengan alokasi dana 30% untuk sosial kemanusiaan, 23,5% untuk pendidikan, 20% untuk ekonomi, 17,4% untuk kesehatan, 5,1 persen untuk advokasi dan dakwah, 3,5% untuk pemberdayaan kesehatan.
Sebagai langkah peningkatan kepercayaan publik, Baznas menerapkan audit independen setiap tahun, memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, serta mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Baznas (Simba) untuk memonitor penerimaan dan distribusi dana secara real-time.
Pada 2025, Baznas memiliki 10 program prioritas, termasuk Beasiswa dan Pendidikan, Baznas Microfinance, Zmart, ZChicken, Santripreneur, Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), Rumah Sehat Baznas, serta pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Dalam kesempatan itu, Mo Mahdum juga mengimbau kepada masyarakat untuk mensucikan hartanya dengan menunaikan zakat, tidak hanya zakat fitrahnya, tetapi juga zakat mal, zakat profesi, zakat perusahaan, zakat pertanian, dan lain sebagainya.
“Tentunya kami mengimbau agar masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga-lembaga resmi yang mendapatkan izin dari pemerintah melalui Kemenag, dalam hal ini adalah Baznas," ucapnya.
Mo Mahdum merincikan, seluruh program Baznas berkontribusi terhadap pencapaian SDGs, dengan alokasi dana 30% untuk sosial kemanusiaan, 23,5% untuk pendidikan, 20% untuk ekonomi, 17,4% untuk kesehatan, 5,1 persen untuk advokasi dan dakwah, 3,5% untuk pemberdayaan kesehatan.
Sebagai langkah peningkatan kepercayaan publik, Baznas menerapkan audit independen setiap tahun, memperoleh predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK, serta mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Baznas (Simba) untuk memonitor penerimaan dan distribusi dana secara real-time.
Pada 2025, Baznas memiliki 10 program prioritas, termasuk Beasiswa dan Pendidikan, Baznas Microfinance, Zmart, ZChicken, Santripreneur, Rumah Layak Huni Baznas (RLHB), Rumah Sehat Baznas, serta pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting.
Dalam kesempatan itu, Mo Mahdum juga mengimbau kepada masyarakat untuk mensucikan hartanya dengan menunaikan zakat, tidak hanya zakat fitrahnya, tetapi juga zakat mal, zakat profesi, zakat perusahaan, zakat pertanian, dan lain sebagainya.
“Tentunya kami mengimbau agar masyarakat menunaikan zakat, infak, dan sedekahnya melalui lembaga-lembaga resmi yang mendapatkan izin dari pemerintah melalui Kemenag, dalam hal ini adalah Baznas," ucapnya.
(cip)
Lihat Juga :