Prabowo Patok Harga Gabah Kering Rp6.500, Gerbang Tani: Perlu Dikawal di Lapangan

Jum'at, 07 Februari 2025 - 19:17 WIB
Idham mengatakan harga gabah kerap anjlok saat musim panen raya. Adanya pasokan berlebih, keterbatasan gudang penyimpanan, hingga ketergantungan petani kepada tengkulak menjadi beberapa faktor pemicu. “Situasi ini diperparah dengan tidak konsistennya kebijakan pemerintah seperti tetap melanjutkan impor beras atau kurang sigapnya intervensi pasar untuk menstabilkan harga gabah,” katanya.

Posisi lemah petani, kata Idham, mengancam regenarasi profesi ini. Banyak anak muda yang saat ini engan terjun ke dunia pertanian. Situasi ini dalam jangka panjang akan mengancam kedaulatan pangan yang menjadi cita-cita Presiden Prabowo.

“Ini ironis, sebagai negara agraris Indonesia terancam tidak mendapatkan pasokan tenaga kerja karena anak muda engan jadi petani karena terus merugi,” paparnya.

Idham wanti-wanti agar kebijakan Prabowo menetapkan patokan harga gabah kering ini dikawal bersama. Dia menuturkan, jangan sampai keputusan ini diabaikan oleh perusahaan penyedia beras yang ingin mengeruk keuntungan berlebih. Selain itu, petani harus memastikan jika kualitas gabah mereka terjaga terutama terkait kandungan air.

“Kualitas kadar air maksimal 25% dan kadar hampa maksimal 10%. Apabila kualitas gabah tidak memenuhi standar tersebut, maka akan dilakukan penyesuaian harga sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh pemerintah. Ini akan jadi celah bagi pemerintah untuk memainkan harga yang ujungnya kembali merugikan petani sendiri,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!