Beban APBN Kian Besar, Misbakhun Ingatkan Pangkas Biaya Surat Utang
Rabu, 02 September 2020 - 23:12 WIB
Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun. Foto/Istimewa
JAKARTA - Anggota Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menekan biaya utang . Legislator Partai Golkar itu menegaskan, pemerintah sedang membutuhkan banyak uang sehingga biaya utang harus dihemat.
Berbicara pada rapat Komisi XI DPR dengan Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Selasa 1 September 2020 dalam rangka membahas asumsi dasar RAPBN 2021, Misbakhun mengatakan beban APBN makin besar karena defisit imbas situasi pandemi Covid-19.
“Defisit ini kalau kemudian makin melebar, biaya APBN kita makin besar,” ujarnya.(Baca juga: PDIP Pastikan Tak Ada Faksi-faksi di Pilkada Surabaya )
Menurut Misbakhun, komponen selain utang untuk menambal defisit ialah pajak. Namun, mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan itu merasa pesimistis terhadap kemampuan pemerintah mencapai target penerimaan dari perpajakan.
Berbicara pada rapat Komisi XI DPR dengan Menkeu Sri Mulyani dan Gubernur Bank Indonesia (BI), Selasa 1 September 2020 dalam rangka membahas asumsi dasar RAPBN 2021, Misbakhun mengatakan beban APBN makin besar karena defisit imbas situasi pandemi Covid-19.
“Defisit ini kalau kemudian makin melebar, biaya APBN kita makin besar,” ujarnya.(Baca juga: PDIP Pastikan Tak Ada Faksi-faksi di Pilkada Surabaya )
Menurut Misbakhun, komponen selain utang untuk menambal defisit ialah pajak. Namun, mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan itu merasa pesimistis terhadap kemampuan pemerintah mencapai target penerimaan dari perpajakan.
Lihat Juga :