Majelis Nasional KAHMI Apresiasi Penyelenggaraan AIFA 2025
Minggu, 26 Januari 2025 - 09:42 WIB
Ia berharap AIFA bisa mendapatkan perhatian agar bisa terselenggara lebih baik di masa yang akan datang. Sementara itu alumni HMI yang kini menjabat sebagai Menteri UMKM Maman Abdurrahman, menyatakan bahwa AIFA 2025 menjadi momentum bagi KAHMI untuk memikirkan gerakan kewirausahaan.
KAHMI diharapkan lagi tidak hanya mengkaji gerakan yang bersifat politik tapi juga berperan untuk menyelesaikan persoalan kekinian. Maman menyatakan, AIFA 2025 sebagai bukti KAHMI mulai menjawab persoalan riil kekinian bangsa terutama dalam ekonomi. “Sudah ada diferensiasi gerakan" kata Maman disambut tepuk tangan hadirin.
AIFA 2025 menunjukkan kepiawaian alumni HMI berperan di berbagai bidang terutama di fesyen muslim. Ia memberikan apresiasi Alumni HMI, terutama KOHATI yang mempelopori acara fesyen ini.
Maman juga berharap KAHMI berperan aktif menyelesaikan persoalan terkait UMKM di Tanah Air. Menurutnya, ada 3 persoalan utama UMKM yaitu persoalan permodalan, kapasitas UMKM, dan akses pasar. “Silakan lakukan kajian masalah ini," ungkap Maman.
Sementara itu, Ketua Panitia Viviana Hanifa menyatakan, AIFA menjadi langkah awal Indonesia menjadi pusat grativasi fesyen muslim di Asia. Menurut Vivi, dalam AIFA hadir 6 negara sahabat yang meramaikan kegiatan, yakni Malaysia, Filipina, Pakistan, Oman, Uzbekistan, dan Kazakhstan.
Para desainer yang tampil di antaranya Viviana, Sri Suparni Bahlil,.dan Sekar Hapsari. Selanjutnya Nawasana, Puan Aspekraf, Mehlimah (Uzbekistan), Kimfares, Nila Puri, dan Malik Moestaram. Kemudian desainer DYN x Deatextil, C Sulastri, Riris Eka Setiani, Leny Rafael, Benz dan Make Up Hanny Lovelly. Lalu Ari Arkha, Naniek Rachmat, Bellahasura, Dana Duriyatna, Defrico Audy, Cintami Atmanegara, Erdan dan Erra Kyra.
KAHMI diharapkan lagi tidak hanya mengkaji gerakan yang bersifat politik tapi juga berperan untuk menyelesaikan persoalan kekinian. Maman menyatakan, AIFA 2025 sebagai bukti KAHMI mulai menjawab persoalan riil kekinian bangsa terutama dalam ekonomi. “Sudah ada diferensiasi gerakan" kata Maman disambut tepuk tangan hadirin.
AIFA 2025 menunjukkan kepiawaian alumni HMI berperan di berbagai bidang terutama di fesyen muslim. Ia memberikan apresiasi Alumni HMI, terutama KOHATI yang mempelopori acara fesyen ini.
Maman juga berharap KAHMI berperan aktif menyelesaikan persoalan terkait UMKM di Tanah Air. Menurutnya, ada 3 persoalan utama UMKM yaitu persoalan permodalan, kapasitas UMKM, dan akses pasar. “Silakan lakukan kajian masalah ini," ungkap Maman.
Sementara itu, Ketua Panitia Viviana Hanifa menyatakan, AIFA menjadi langkah awal Indonesia menjadi pusat grativasi fesyen muslim di Asia. Menurut Vivi, dalam AIFA hadir 6 negara sahabat yang meramaikan kegiatan, yakni Malaysia, Filipina, Pakistan, Oman, Uzbekistan, dan Kazakhstan.
Para desainer yang tampil di antaranya Viviana, Sri Suparni Bahlil,.dan Sekar Hapsari. Selanjutnya Nawasana, Puan Aspekraf, Mehlimah (Uzbekistan), Kimfares, Nila Puri, dan Malik Moestaram. Kemudian desainer DYN x Deatextil, C Sulastri, Riris Eka Setiani, Leny Rafael, Benz dan Make Up Hanny Lovelly. Lalu Ari Arkha, Naniek Rachmat, Bellahasura, Dana Duriyatna, Defrico Audy, Cintami Atmanegara, Erdan dan Erra Kyra.
Lihat Juga :