Vaksin Corona Dinilai Wajib Bersertifikat Halal dan Tak Dimonopoli China
Rabu, 02 September 2020 - 12:04 WIB
“Pemerintah, selain memaksimalkan keberpihakan kebijakan dan anggaran agar secara mandiri bisa menemukan vaksin Covid-19 ciptaan pakar-pakar Indonesia sendiri, juga memaksimalkan kerja sama dengan beberapa negara yang telah mengumumkan temuan mereka dan kesiapan mereka bekerjasama dengan Indonesia untuk atasi pandemi covid-19,” tuturnya.(Baca juga: Kasus Covid-19 Terus Meroket, Masyarakat Diminta Tetap Jaga Diri )
Dia mencatat, sudah ada beberapa negara, selain China, yang menawarkan vaksin temuannya. Antara lain Rusia dan Australia. Ada juga negara yang sudah umumkan proses penemuan vaksin Covid-19 seperti Inggris, Korea Selatan dan Amerika Serikat yang juga perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Pemerintah Indonesia harusnya perhatikan Ikatan Dokter Indonesia yang mengingatkan agar tidak terburu-buru dengan hanya membeli vaksin Covid-19 dari China yang uji cobanya di Indonesia masih fifty-fifty,” pintanya.
Hidayat juga menegaskan, upaya menjalin hubungan dengan beragam negara di dunia tersebut merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia, yakni bebas dan aktif.
Dengan demikian, sambung dia, tidak menciptakan blok ke salah satu negara atau kelompok di dunia.“Jangan sampai Indonesia melupakan prinsip hubungan luar negeri bebas dan aktif, apalagi dengan menggadaikan kedaulatan bangsa dan negara kita ke pihak yang juga belum terbukti vaksinnya manjur dan cocok untuk Indonesia, serta belum terbukti juga kehalalannya,” pungkasnya. *kiswondari
Dia mencatat, sudah ada beberapa negara, selain China, yang menawarkan vaksin temuannya. Antara lain Rusia dan Australia. Ada juga negara yang sudah umumkan proses penemuan vaksin Covid-19 seperti Inggris, Korea Selatan dan Amerika Serikat yang juga perlu menjadi perhatian pemerintah.
“Pemerintah Indonesia harusnya perhatikan Ikatan Dokter Indonesia yang mengingatkan agar tidak terburu-buru dengan hanya membeli vaksin Covid-19 dari China yang uji cobanya di Indonesia masih fifty-fifty,” pintanya.
Hidayat juga menegaskan, upaya menjalin hubungan dengan beragam negara di dunia tersebut merupakan wujud dari politik luar negeri Indonesia, yakni bebas dan aktif.
Dengan demikian, sambung dia, tidak menciptakan blok ke salah satu negara atau kelompok di dunia.“Jangan sampai Indonesia melupakan prinsip hubungan luar negeri bebas dan aktif, apalagi dengan menggadaikan kedaulatan bangsa dan negara kita ke pihak yang juga belum terbukti vaksinnya manjur dan cocok untuk Indonesia, serta belum terbukti juga kehalalannya,” pungkasnya. *kiswondari
(dam)
Lihat Juga :