Pemerintah Ajak Masyarakat Perangi Judi Online karena Rusak Moral Bangsa

Kamis, 26 Desember 2024 - 21:52 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menegaskan, kampanye anti-judi online adalah salah satu prioritas utama di era digital. FOTO/IST
JAKARTA - Judi online kini menjadi ancaman serius bagi moral dan masa depan generasi muda di Indonesia. Pemerintah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi bahaya ini demi menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi generasi penerus bangsa.

Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo menegaskan, kampanye anti-judi online adalah salah satu prioritas utama di era digital. "Judi online tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda," ujar Dito dalam keterangannya, Kamis (26/12/2024).



Menurutnya, pemerintah akan terus meningkatkan berbagai upaya untuk mengedukasi masyarakat tentang bahaya judi online, terutama bagi kalangan muda.

Senada dengan itu, Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor sangat diperlukan untuk memberantas judi online. Ia menyebutkan, pemerintah akan memperluas jangkauan kampanye untuk memberikan kesadaran digital kepada generasi muda.

"Komdigi dan Kemenpora akan memperluas kampanye anti judi online untuk menciptakan generasi muda yang sadar digital, bebas judi online dan berprestasi. Kolaborasi akan dijalankan dengan berbagai pihak, termasuk kementerian atau lembaga lain, komunitas, maupun tokoh inspiratif," ujar Meutya.

Sementara itu, Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Iskandar Zulkarnain, menyoroti dampak sosial dari maraknya judi online yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat, khususnya di kalangan pelajar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!