Kesaksian Generasi Z lewat Puisi Esai: Menyuarakan Realitas Sosial Indonesia
Kamis, 19 Desember 2024 - 08:12 WIB
Karya-karya yang ditulis oleh para peserta berasal dari berbagai latar belakang sosial dan geografi yang beragam, dengan tema yang mencerminkan kondisi daerah tempat mereka tinggal. Banyak Puisi Esai yang mengangkat isu lokal, seperti tentang program makan siang gratis yang dicanangkan oleh Prabowo Subianto saat kampanye Pilpres 2024, yang dikontraskan dengan kondisi sekolah-sekolah yang masih menggunakan atap jerami.
Baca juga: Denny JA Hibahkan Dana Abadi untuk Festival Tahunan Puisi Esai
Ada juga cerita tentang pembegalan truk di jalan tol, seorang perempuan muda yang tewas karena dihantam kloset, serta warga Moro-moro yang tidak tercatat dalam data kependudukan.
Beberapa penulis memilih untuk menulis tentang peristiwa besar yang sudah viral di media nasional, seperti tragedi atau kasus-kasus pembunuhan. Namun, tidak sedikit juga yang menulis tentang kisah-kisah lokal yang khas dari daerah mereka, seperti seorang remaja dari Papua yang menulis tentang jembatan merah ikonik di Pantai Holtekamp, yang menjadi tempat favorit bagi para pemuda Papua untuk berkumpul dan menghabiskan waktu sore.
Selain itu, ada pula peserta dari Aceh yang menulis tentang peristiwa masa lalu, seperti Gerakan Aceh Merdeka, tsunami, dan penerapan hukum agama di daerah mereka.
"Saya senang membaca Puisi Esai mereka karena para penulis, yang hampir semuanya berasal dari generasi baru, berhasil menampilkan hal yang berbeda dalam karya mereka. Setiap Puisi Esai memiliki cerita yang unik, sangat personal, dan menggambarkan perspektif mereka tentang apa yang terjadi di sekitar mereka," tutur Denny JA setelah mencermati karya-karya tersebut.
Baca juga: Denny JA Hibahkan Dana Abadi untuk Festival Tahunan Puisi Esai
Ada juga cerita tentang pembegalan truk di jalan tol, seorang perempuan muda yang tewas karena dihantam kloset, serta warga Moro-moro yang tidak tercatat dalam data kependudukan.
Beberapa penulis memilih untuk menulis tentang peristiwa besar yang sudah viral di media nasional, seperti tragedi atau kasus-kasus pembunuhan. Namun, tidak sedikit juga yang menulis tentang kisah-kisah lokal yang khas dari daerah mereka, seperti seorang remaja dari Papua yang menulis tentang jembatan merah ikonik di Pantai Holtekamp, yang menjadi tempat favorit bagi para pemuda Papua untuk berkumpul dan menghabiskan waktu sore.
Selain itu, ada pula peserta dari Aceh yang menulis tentang peristiwa masa lalu, seperti Gerakan Aceh Merdeka, tsunami, dan penerapan hukum agama di daerah mereka.
"Saya senang membaca Puisi Esai mereka karena para penulis, yang hampir semuanya berasal dari generasi baru, berhasil menampilkan hal yang berbeda dalam karya mereka. Setiap Puisi Esai memiliki cerita yang unik, sangat personal, dan menggambarkan perspektif mereka tentang apa yang terjadi di sekitar mereka," tutur Denny JA setelah mencermati karya-karya tersebut.
Lihat Juga :