Beda Gus Miftah dan Gus Iqdam pada Penjual Minuman: Satu Mengolok-olok, yang Lain Beri Uang
Minggu, 08 Desember 2024 - 11:34 WIB
"Pak Yosef," jawab penjual kopi tersebut.
Yosef yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku sering hadir pengajian Gus Iqdam. Bahkan pria yang beragama Katolik itu senang dengan tausiyah yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kabupaten Blitar. Ia pernah dating ke Madiun selama empat hari.
"Walaupun saya Katolik tapi saya suka sekali, saya itu menyimak Gus, tausiyah," katanya.
Gus Iqdam menghargai komentar penjual kopi tersebut. Bahkan Gus Iqdam meminta Yosef untuk mendoakan BI Jawa Timur.
"Semoga BI semakin Jaya semakin maju ke depan," katanya.
Tak hanya itu, Gus Idam juga memberikan tiga amplop berisi uang kepada Yosef dan meminta Yosef membagikan dagangan kopinya kepada jemaah.
"Berapa harga semuanya?" tanya Gus Iqdam.
Yosef yang berasal dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengaku sering hadir pengajian Gus Iqdam. Bahkan pria yang beragama Katolik itu senang dengan tausiyah yang disampaikan pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam II di Desa Karanggayam, Kabupaten Blitar. Ia pernah dating ke Madiun selama empat hari.
"Walaupun saya Katolik tapi saya suka sekali, saya itu menyimak Gus, tausiyah," katanya.
Gus Iqdam menghargai komentar penjual kopi tersebut. Bahkan Gus Iqdam meminta Yosef untuk mendoakan BI Jawa Timur.
"Semoga BI semakin Jaya semakin maju ke depan," katanya.
Tak hanya itu, Gus Idam juga memberikan tiga amplop berisi uang kepada Yosef dan meminta Yosef membagikan dagangan kopinya kepada jemaah.
"Berapa harga semuanya?" tanya Gus Iqdam.
Lihat Juga :