100 Bukanlah Sekadar Angka-Angka

Selasa, 01 September 2020 - 06:33 WIB
Dari fakta ini lagi-lagi kita ditunjukkan bahwa kesadaran warga untuk taat atas protokol kesehatan Covid juga rendah. Rendahnya kedisiplinan inilah yang, menurut data Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) di antara menjadi penyebab banyak dokter dan tenaga kesehatan turut terpapar Covid. Sebab dari 100 dokter yang meninggal misalnya, diketahui tidak seluruhnya mereka sebelumnya bekerja menangani pasien Covid. Ada sebagian yang justru terjangkit virus tersebut di luar RS atau di tempat umum.

Terang sekali, lubang-lubang kelemahan itu menunjukkan bahwa sebagai garda terdepan, dokter dan tenaga medis nyatanya belum mendapat perlindungan kesehatan yang memadai. Kondisi ini harus cepat diatasi. Sebab ketika kasus positif kian meninggi dan dokter makin banyak yang jadi korban, maka hakikatnya bencana baru tercipta di depan mata dan mengancam bangsa ini.

100 kematian dokter sebagaimana yang diungkap IDI patut menjadi warning dan momentum membangkitan kesadaran semua pihak. IDI atau organisasi profesi kesehatan lainnya perlu segera menjalin kolaborasi aktif dan positif dengan pemerintah, termasuk jika menyangkut soal anggaran. Sudah tidak saatnya lagi, ada egosektoral atau ketegangan yang tidak produktif. Tanpa ada pola sinergi baru, penanganan Covid ke depan akan terus mengawang-awang.
(ras)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!