IDI Usul Waktu Kerja Dokter Tangani COVID-19 Dipersingkat
Senin, 31 Agustus 2020 - 19:04 WIB
Melihat semakin banyaknya dokter yang meninggal, PB IDI membentuk tim untuk memetakan masalah penularan virus Sars Cov-II. Zubairi mengatakan pihaknya melakukan beberapa langkah preventif dan advokasi untuk para dokter. PB IDI meminta pemerintah menyediakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai standar.
"Artinya, kalau APD-nya sekali pakai ya sekali pakai. Jangan 2-3 kali pakai. APD yang 10 kali pakai, jangan dipakai 20 kali. Kalau harus pakai masker bedah ya jangan yang lain. Kalau di ruangan tertentu harus pake (masker) N95, enggak bisa ditawar lagi," katanya.
Zubairi mengungkapkan banyak dokter yang tertular dan meninggal dunia karena kelelahan dalam bekerja. Dokter ataupun pekerja itu normalnya bekerja tujuh jam dalam enam hari kerja. Bisa juga delapan jam sehari dengan lima hari kerja. (Baca juga: 100 Dokter Wafat, Fahri Hamzah: Krisis Ini Bisa Ciutkan Nyali Paramedis )
"Kalau bekerja di ruang COVID-19 harusnya lebih pendek lagi. Kalau sudah lelah, kurang waspada jadi mudah tertular. Itu kewajiban pemerintah untuk mengatur (waktu kerja) lebih baik lagi. Di ruang COVID-19 jangan lama-lama," katanya.
Dia menyebut idealnya dokter yang menangani pasien COVID-19 itu bekerja empat jam. Jumlah shift kerja untuk menangani pasien COVID-19 antara 5-6 orang. Dokter dalam praktiknya di masa pandemi ini tidak mudah. Setiap ada pasien yang gawat, meskipun libur seorang dokter harus datang ke rumah sakit untuk menangani.
"Artinya, kalau APD-nya sekali pakai ya sekali pakai. Jangan 2-3 kali pakai. APD yang 10 kali pakai, jangan dipakai 20 kali. Kalau harus pakai masker bedah ya jangan yang lain. Kalau di ruangan tertentu harus pake (masker) N95, enggak bisa ditawar lagi," katanya.
Zubairi mengungkapkan banyak dokter yang tertular dan meninggal dunia karena kelelahan dalam bekerja. Dokter ataupun pekerja itu normalnya bekerja tujuh jam dalam enam hari kerja. Bisa juga delapan jam sehari dengan lima hari kerja. (Baca juga: 100 Dokter Wafat, Fahri Hamzah: Krisis Ini Bisa Ciutkan Nyali Paramedis )
"Kalau bekerja di ruang COVID-19 harusnya lebih pendek lagi. Kalau sudah lelah, kurang waspada jadi mudah tertular. Itu kewajiban pemerintah untuk mengatur (waktu kerja) lebih baik lagi. Di ruang COVID-19 jangan lama-lama," katanya.
Dia menyebut idealnya dokter yang menangani pasien COVID-19 itu bekerja empat jam. Jumlah shift kerja untuk menangani pasien COVID-19 antara 5-6 orang. Dokter dalam praktiknya di masa pandemi ini tidak mudah. Setiap ada pasien yang gawat, meskipun libur seorang dokter harus datang ke rumah sakit untuk menangani.
Lihat Juga :