Pemerhati Hukum Apresiasi Kerja Cepat Polisi Ungkap Judi Online di Komdigi

Rabu, 06 November 2024 - 20:47 WIB
Pemerhati hukum Prof Henry Indraguna mengapresiasi kerja cepat polisi dalam memberantas judi online dalam program 100 hari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Foto: Ist
JAKARTA - Pemerhati hukum Prof Henry Indraguna mengapresiasi kerja cepat polisi dalam memberantas judi online (judol) dalam program 100 hari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kasus terbaru melibatkan pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Sangat disayangkan terhadap pegawai Komdigi yang terlibat judol. Kan seharusnya mereka yang menghapus atau memblokir ribuan situs judi online," ujar Henry yang juga Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Kongres Advokat Indonesia (KAI), Rabu (6/11/2024).



Baca juga: Budi Arie Siap Diperiksa Terkait Kasus Judi Online

Berdasarkan Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK), lebih dari 197.000 anak Indonesia terpapar judi online yang dilarang hukum maupun agama. Hal ini menandakan Indonesia sudah darurat judol.

"Indonesia sudah darurat judi online dengan banyaknya jumlah pemain yang terpapar. Bahwa judi online maupun offline itu melanggar hukum dan harus disetop," katanya.

Diketahui, Ditreskrimum Polda Metro Jaya baru-baru ini menangkap 15 tersangka judol yang melibatkan pegawai Komdigi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!