Mahfud MD Sebut Pungutan Liar di Sentra Layanan Publik Berkurang

Sabtu, 29 Agustus 2020 - 15:09 WIB
Dalam setahun terakhir ini Satgas Saber Pungli memfokuskan kegiatannya mengawal penyaluran bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19. Hal ini dilakukan karena di lapangan masih ada pungli pada penyalurannya. Menteri mencontohkan orang yang semestinya menerima bantuan Rp 500.000, namun yang diterima hanya Rp300.000. Demikian pula bermacam-macam potongan bantuan untuk guru dan tenaga perawat kesehatan. (Baca juga: Mahfud MD dan Kelompok Ahli Satgas Saber Pungli Ditantang Lakukan Ini)

Mahfud mengingatkan fokus perhatian tersebut tidak bersifat permanen, karena saat ini pemerintah juga berupaya menggerakkan kembali perekonomian. Upaya pemerintah ini dilakukan di antaranya dengan menggerakkan ekonomi kerakyatan melalui Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Terkait hal itu, Mahfud meminta Satgas Saber Pungli mengawasi jangan sampai kegiatan UKM juga dipungli. Menko juga meminta fokus pengawasan pada sentra layanan pendidikan.

Rakor Satgas Saber Pungli itu dihadiri Kepala Satuan Tugas Saber Pungli Komjen Pol Agung Budi Maryoto, Sekretaris Brigjen Pol Agung Makbul, dan kelompok ahli. Selain itu juga diikuti Satuan Tugas Kelompok Intelijen, Pencegahan, Penindakan dan Yustisi Satgas Saber Pungli. (Baca juga: Susun Rencana Kerja, Tim Ahli Satgas Saber Pungli Diskusi dengan KPK)

Kasatgas Komjen Pol Agung Budi Maryoto menyatakan akan menindaklanjuti arahan Menko Polhukam dan masukan kelompok ahli. “Arahan dan masukan tersebut akan kami formulasikan dan implementasikan di lapangan,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Agung Makbul menyatakan akan mengintensifkan kegiatan tiga Kelompok Kerja Satgas Saber Punglii tersebut. Selain itu pelayanan laporan masyarakat pada Satgas Saber Pungli juga akan lebih diperhatikan dan ditindaklanjuti.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!