Transisi Pemerintahan Baru, Momentum Merajut Perdamaian dan Persatuan Bangsa

Minggu, 27 Oktober 2024 - 18:26 WIB
"Jadi, kalau dikatakan apa peran santri bagi Indonesia? Mashallah, peran yang luar biasa dari dulu membentuk karakter bangsa,” ucap pengurus pusat Rabithah Alawiyah, organisasi yang menaungi para keturunan Nabi Muhammad SAW di Indonesia. “Jadi jangan sampai santri Indonesia itu kalah dengan para scientist, para akademisi, dan lain-lain, karena antara santri dengan juga para ilmuwan, itu sama, jangan merasa minder, jadi santri harus terdepan," katanya.

Mantan Anggota DPR periode 2009-2014 ini mengimbau masyarakat untuk mengawal dan mendoakan para pemimpin bangsa, daripada suudzon atau berprasangka buruk yang dapat memperkeruh suasana dan memecah belah anak bangsa. :Kalau doain sultan (pemimpin), semua dapat (kebaikan). Kalau sultannya bagus, baik, jujur adil, prorakyat, maka masyarakatnya, ulama, akademisinya, bisnisnya semua bakal dapat baik," kata Habib Nabiel.

Habib Nabiel berharap apa yang direncanakan an yang diprogramkan untuk kesejahteraan masyarakat, dapat berjalan dengan baik.

"Dengan dilantiknya pemimpin baru, semoga Indonesia menjadi negeri yang gemah ripah loh jinawi, atau Bahasa Arabnya, baldatun toyyibatun warobbun ghofur yang artinya negeri yang baik dengan Rabb Yang Maha Pengampun," katanya.

Dengan momentum ini, Habib Nabiel berharap, santri tidak hanya fokus terhadap persoalan agama, melainkan mampu membangun karakter bangsa yang memiliki kesimbangan antar intelektulitas dan religiusitas, sehingga mampu menjawab berbagai tantangan zaman.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!