Presiden Prabowo Diminta Lindungi Ekosistem Tembakau Nasional

Jum'at, 25 Oktober 2024 - 13:52 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengucapkan sumpah jabatan dalam sidang paripurna MPR dengan agenda pelantikan Presiden dan Wakil Presiden RI masa bakti 2024-2029 di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2024). FOTO/SINDOnews/ARIF
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto diharapkan melindungi keberlangsungan ekosistem pertembakauan nasional, mulai dari hulu hingga hilir. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah Madura.

Harapan ini disampaikan sejumlah pemangku kepentingan masyarakat Madura, Jawa Timur, Jumat (25/10/2024). Harapan itu dinilai sejalan dengan visi Asta Cita Prabowo-Gibran.



Ketua Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPC APTI) Pamekasan, Samukrah berharap Presiden Prabowo meningkatkan kesejahteraan petani tembakau melalui kebijakan yang mendukung pengembangan pertanian tembakau di Indonesia.

"Pemerintah perlu memberikan pendampingan teknis, akses permodalan, dan infrastruktur yang tepat guna untuk memastikan produktivitas pertanian tembakau dapat optimal dan berkelanjutan," ujarnya, Jumat (25/10/2024).

Selain itu, Samukrah meminta agar Presiden Prabowo tidak mengaksesi Framework Convention on Tobacco Control (FCTC) yang dinilai dapat merugikan ekosistem pertembakauan nasional. Menurutnya, penolakan FCTC akan melindungi industri tembakau dari tekanan internasional yang tidak mempertimbangkan kehidupan para pemangku kepentingan di sektor ini. Hal tersebut, kata Samukrah, sejalan dengan pidato Presiden Prabowo yang menekankan pentingnya keberanian bangsa dalam menghadapi tantangan.

Samukrah juga mengapresiasi keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan tarif cukai hasil tembakau (CHT) pada tahun 2025. Ia menyoroti fenomena pergeseran konsumen ke produk rokok yang lebih murah akibat kenaikan tarif cukai dalam tiga tahun terakhir, yang berdampak pada tidak tercapainya target penerimaan negara dari CHT.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!