Mandiri Ekonomi, 432 Pondok Dirikan Badan Usaha Milik Pesantren

Jum'at, 11 Oktober 2024 - 07:23 WIB
Dijelaskan, Program Kemandirian Pesantren berdasarkan pengajuan dari pondok sesuai dengan minat usahanya. Proposal yang diterima kemudian dipelajari oleh tim ahli.

"Kita buka pendaftaran, kemudian mereka (pondok) membuat proposal yang dinilai oleh tim ahli. Bagi yang lolos seleksi diikutkan bimtek dan diklat bagaimana mengelola usaha. Setelah itu siap dilaksanakan usahanya," kata Basnang.

Menurutnya, ada tim khusus yang mengawasi dan mengevaluasi usaha yang dirintis ponpes. Jika terdapat kendala, maka tim tersebut akan memberikan bimbingan. Dengan begitu, maka usaha yang dirintis ponpes terus berkembang.

Dari laporan yang diterima, sejumlah BUMP memiliki omzet hingga ratusan juta rupiah. Misalnya Ponpes Nurul Huda, Jadid, Paiton, Probolinggo Jawa Timur yang berhasil mendapatkan untung Rp360 juta dalam tiga bulan dari usaha Digital Printing.

"Kalau pondok sudah sejahtera, maka kesejahteraannya itu bisa membiayai fungsi dakwah dan fungsi pendidikannya. Kalau pondok sudah sejahtera, maka mereka tidak pernah tergadaikan untuk kepentingan politik lokal. Karena mereka sudah memiliki prinsip ekonomi yang mapan," kata Basnang menyitir pernyataan Menag Yaqut dalam kesempatan sebelumnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!