Festival Biduk Sayak, Lebih dari Sekadar Tradisi

Minggu, 22 September 2024 - 19:12 WIB
“Kami berharap festival ini terus berlanjut setiap tahunnya dan semakin berkembang,” ungkapnya.

Kegiatan penanaman 1.500 pohon kehidupan masa depan juga menjadi bagian penting dalam festival ini. Warga menyambut baik kegiatan tersebut, karena tidak hanya meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian alam di Sarolangun.

Festival Biduk Sayak diharapkan menjadi ajang tahunan yang semakin besar dan berkelanjutan, tidak hanya dalam melestarikan tradisi budaya, tetapi juga dalam memberdayakan ekonomi lokal serta menjaga keseimbangan lingkungan. Diketahui, Festival Biduk Sayak merupakan satu dari 12 festival budaya Kenduri Swarnabhumi 2024 yang diharapkan menjadi katalis bagi upaya pelestarian budaya dan lingkungan di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) Batanghari, membangkitkan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan nenek moyang untuk generasi mendatang.

Kenduri Swarnabhumi akan digelar di DAS Batanghari, yakni di 10 Kabupaten/Kota se-Provinsi Jambi dan satu Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat dengan mengangkat narasi hubungan penting antara kebudayaan dengan pelestarian lingkungan, khususnya sungai, dan sebaliknya juga tentang pelestarian lingkungan untuk kebudayaan berkelanjutan.

Rangkaian pagelaran festival budaya yang akan diselenggarakan oleh masyarakat setempat ini, menjadi momentum memperkuat semangat kemandirian dalam mengangkat kearifan lokalnya. Setiap festival yang digelar akan berkoordinasi dengan Direktur Festival dan Kurator Lokal serta didukung Kemendikbudristek melalui Direktorat Perfilman Musik dan Media, Direktorat Jenderal Kebudayaan.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!