Parpol Tak Siap dengan Kadernya, Dinilai Salah Satu Penyebab Banyaknya Calon Tunggal
Minggu, 08 September 2024 - 18:18 WIB
Perludem menyayangkan banyaknya calon tunggal di Pilkada 2024 ini. Diketahui, calon kepala daerah yang akan melawan kotak kosong sebanyak 41 lokasi. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) menyayangkan banyaknya calon tunggal di Pilkada 2024 ini. Diketahui, calon kepala daerah yang akan melawan kotak kosong sebanyak 41 lokasi.
Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya calon tunggal. Satu di antaranya partai politik (Parpol) yang kurang dalam pengkaderan.
"Parpolnya enggak siap dengan kadernya, sehingga walaupun sudah dikasih kesempatan oleh MK syaratnya kan jadi sangat jauh lebih mudah, tetapi itu tidak dimanfaatkan oleh parpol," kata wanita yang akrab disapa Ninis dalam sebuah diskusi daring, Minggu (8/9/2024).
Selain itu, Ninis melanjutkan, dekatnya waktu penyelenggaraan pemilu dengan pilkada juga menjadi salah satu penyebab banyaknya cakada melawan kotak kosong. Hal itu menurutnya, adanya tarik-menarik koalisi.
Baca juga: Pilkada 2024, KPU Ralat Paslon vs Kotak Kosong Hanya 43 Wilayah
"Dekatnya jarak antara pemilu dan pilkada yang menyebabkan tarik-menarik koalisinya jadi cukup dinamis, sehingga partai-partai tetap lebih memilih untuk berada di Koalisi yang besar," ujarnya.
Direktur Eksekutif Perludem, Khoirunnisa Nur Agustyati menyebutkan beberapa faktor yang menyebabkan banyaknya calon tunggal. Satu di antaranya partai politik (Parpol) yang kurang dalam pengkaderan.
"Parpolnya enggak siap dengan kadernya, sehingga walaupun sudah dikasih kesempatan oleh MK syaratnya kan jadi sangat jauh lebih mudah, tetapi itu tidak dimanfaatkan oleh parpol," kata wanita yang akrab disapa Ninis dalam sebuah diskusi daring, Minggu (8/9/2024).
Selain itu, Ninis melanjutkan, dekatnya waktu penyelenggaraan pemilu dengan pilkada juga menjadi salah satu penyebab banyaknya cakada melawan kotak kosong. Hal itu menurutnya, adanya tarik-menarik koalisi.
Baca juga: Pilkada 2024, KPU Ralat Paslon vs Kotak Kosong Hanya 43 Wilayah
"Dekatnya jarak antara pemilu dan pilkada yang menyebabkan tarik-menarik koalisinya jadi cukup dinamis, sehingga partai-partai tetap lebih memilih untuk berada di Koalisi yang besar," ujarnya.
Lihat Juga :