Saka Tatal Jalani Sumpah Pocong, MUI: Tradisi Kearifan Lokal
Jum'at, 09 Agustus 2024 - 18:31 WIB
"Kalau tidak benar akan menimbulkan secara psikologis kejiwaan dia tidak akan terbebas seumur hidupnya. Tapi sebaliknya bila mana itu memang benar tidak melakukan maka dampaknya tentu kena secara psikologis juga bagi yang memperlakukan Saka Tatal dengan dzolim," jelasnya.
"Saka Tatal terbebas dari azab, sebaliknya ini kebalikan apakah itu aparat, hakim, jaksa, tentu menanggung secara psikologis tidak langsung nyata tapi pasti akan berdampak psikologis," imbuhnya.
Dari peristiwa sumpah pocong yang dilakukan Saka Tatal tersebut dapat menjadi peristiwa bahwa perlu kehatia-hatian bagi penegak hukum dalam menuduh seseorang.
Baca juga: Merinding! Ini Bunyi Tantangan Saka Tatal ke Iptu Rudiana Lapalkan Sumpah Pocong
"Mengadili seseorang sehingga tidak salah orang yang dituduhkan bersalah, orang yang diadili, dan dijatuhi hukuman padahal orang itu tidak melakukan apa pun," pungkasnya.
"Saka Tatal terbebas dari azab, sebaliknya ini kebalikan apakah itu aparat, hakim, jaksa, tentu menanggung secara psikologis tidak langsung nyata tapi pasti akan berdampak psikologis," imbuhnya.
Dari peristiwa sumpah pocong yang dilakukan Saka Tatal tersebut dapat menjadi peristiwa bahwa perlu kehatia-hatian bagi penegak hukum dalam menuduh seseorang.
Baca juga: Merinding! Ini Bunyi Tantangan Saka Tatal ke Iptu Rudiana Lapalkan Sumpah Pocong
"Mengadili seseorang sehingga tidak salah orang yang dituduhkan bersalah, orang yang diadili, dan dijatuhi hukuman padahal orang itu tidak melakukan apa pun," pungkasnya.
(kri)
Lihat Juga :