Ketegasan Penegakan Hukum Dinilai Bisa Mengurangi Judi Online
Kamis, 08 Agustus 2024 - 19:21 WIB
Dia mengatakan, kemajuan teknologi yang tidak disertai dengan literasi yang baik dan benar, mengurung masyarakat dan menghadapkan masyarakat pada pilihan terbatas. Situasi ini memaksa masyarakat mengikuti tren.
"Kecanduan bermain media sosial, game, video porno, dan aplikasi-aplikasi termasuk judi, pada awalnya sekadar ikut tren kemudian menjadi kecanduan," ujar Sigit.
Apakah bisa diberantas? Sigit tidak yakin. Menurut dia, pemerintah hanya mungkin mengurangi aktivitas judi online. Syaratnya, ada penegakan hukum yang tegas.
"Dikurangi dengan penegakan hukum yang benar-benar tegas dan adil bisa, tetapi memberantasnya tidak bisa," katanya.
Sigit berharap, pemberantasan terus dilakukan dengan berbagai cara dan melibatkan para pihak, mulai dari sektor pendidikan hingga aparat hukum. "Kebijakan disinsentif perlu dilakukan. Pelajar yang terlibat judi tidak mendapat bantuan pendidikan, keluarga yang terlibat judi tidak berhak menggunakan KIS," pungkasnya.
"Kecanduan bermain media sosial, game, video porno, dan aplikasi-aplikasi termasuk judi, pada awalnya sekadar ikut tren kemudian menjadi kecanduan," ujar Sigit.
Apakah bisa diberantas? Sigit tidak yakin. Menurut dia, pemerintah hanya mungkin mengurangi aktivitas judi online. Syaratnya, ada penegakan hukum yang tegas.
"Dikurangi dengan penegakan hukum yang benar-benar tegas dan adil bisa, tetapi memberantasnya tidak bisa," katanya.
Sigit berharap, pemberantasan terus dilakukan dengan berbagai cara dan melibatkan para pihak, mulai dari sektor pendidikan hingga aparat hukum. "Kebijakan disinsentif perlu dilakukan. Pelajar yang terlibat judi tidak mendapat bantuan pendidikan, keluarga yang terlibat judi tidak berhak menggunakan KIS," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :