Beri Tausiah di Istana, Ketum MUI Singgung Susahnya Jadi Bangsa Terjajah

Kamis, 01 Agustus 2024 - 21:17 WIB
"Mereka berjuang dengan tetesan darah dan keringat untuk merebut harga diri itu dan akhirnya sampailah pada puncak perjuangan yang sangat-sangat membahagiakan kita yaitu 17 Agustus dengan diproklamasikannya proklamasi kemerdekaan Bung Karno dan Hatta," tambahnya.

Itulah kata dia, menjadi titik awal bahwa Indonesia sebagai bangsa punya martabat di mata dunia.

"Bahwa kita akan bisa berbuat sesuatu yang lebih baik untuk menata kehidupan ini di masa-masa yang akan datang untuk generasi dari generasi ke generasi," jelasnya.

Kemerdekaan ini kata dia, didapatkan dengan pengorbanan yang sangat-sangat mahal, orang-orang penting di negeri ini, orang-orang hebat di negeri ini, orang-orang mulia di negeri ini yang akhirnya jadi pahlawan telah menghias Bumi Pertiwi ini dengan air mata dan tetesan darah.

"Sungguh harumnya darah mereka, harumnya tetesan air mata mereka, sedihnya keluarga mereka kita yakin menjadi sebuah pahala yang besar untuk mengantarkan mereka menjadi syuhada yang amal baiknya diterima di sisi Allah SWT," pungkasnya.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!