Ketua DPR RI Era Reformasi: Terbanyak dari Golkar, Puan Maharani Satu-satunya Perempuan

Rabu, 31 Juli 2024 - 13:17 WIB
Ade Komarudin lahir di Purwakarta, Jawa Barat, pada 20 Mei 1965. Akom, sapaan akrabnya, menjadi Ketua DPR pada 11 Januari 2016 – 30 November 2016 karena adanya dinamika di tubuh Partai Golkar.

Baca Juga: Sang Ayah Stroke, Ini Curhatan Puteri Komarudin di Hari Disabilitas

Pelantikan Akom sebagai Ketua DPR berlangsung di Rapat Paripurna DPR, di Gedung Nusantara II, Senin (11/1/2016), dipimpin Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali. Sementara, Rapat Paripurna dipimpin Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

6. Fadli Zon

Fadli Zon lahir di Jakarta, 1 Juni 1971. Fadli merupakan politikus Partai Gerindra.

Fadli menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPR pada 11 Desember 2017 – 15 Januari 2018. Rapat Pimpinan DPR RI memutuskan Fadli yang kala itu merupakan Wakil Ketua DPR Bidang Koordinator Politik dan Keamanan (Korpolkam) menjadi Plt Ketua DPR. Keputusan ini diambil setelah Ketua DPR sebelumnya, Setya Novanto, mengundurkan diri dari posisi tersebut.

7. Bambang Soesatyo

Bambang Soesatyo lahir di Jakarta pada 10 September 1962. Politikus Partai Golkar ini merupakan Ketua DPR pada 15 Januari 2018 – 30 September 2019.

Bamsoet, sapaan akrabnya, dilantik menjadi Ketua DPR menggantikan Setya Novanto. Pelantikan Bamsoet dilakukan dalam Rapat Paripurna yang dipimpin Wakil Ketua DPR Agus Hermanto pada Senin (15/1/2018). Kala itu, Agus membacakan langsung surat keputusan pemberhentian Setya Novanto sebagai Ketua DPR dan surat masuk dari DPP Partai Golkar yang resmi mengajukan nama Bamsoet sebagai pengganti Setya Novanto.

8. Puan Maharani

Puan Maharani lahir di Jakarta, 6 September 1973. Puan merupakan putri dari Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga: Ketua DPR Puan Maharani Dianugerahi Warga Kehormatan Korps Brimob

Puan merupakan Ketua DPR Periode 2019-2024. Pada Pemilu 2019, Puan meraih 404.034 suara. Puan yang merupakan mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan itu pun diberi mandat oleh PDIP menjadi Ketua DPR, kemudian dilantik pada 1 Oktober 2019.

Seusai pelantikan, Puan mengatakan bahwa dirinya bersama empat pimpinan DPR lainnya memiliki komitmen bersama untuk menggelorakan semangat gotong royong dalam mewujudkan DPR sebagai parlemen yang modern, terbuka, dan aspiratif serta berupaya menjadikan DPR sebagai rumah rakyat yang sesungguhnya.

Puan berpeluang kembali menjadi Ketua DPR RI periode mendatang karena partainya, PDIP, menjadi pemenang Pemilu 2024. Adapun penetapan perolehan kursi DPR-DPD akan dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu (31/7/2024) siang ini.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!