INDEF: Demokrasi Indonesia Kini Brutal Politik Uang

Jum'at, 26 Juli 2024 - 17:35 WIB
"Demokrasi Indonesia yang sekarang ini brutal dengan politik uang, itu harusnya para intelektual menemukan inovasi. Jadi politik uang harus dipotong, satu misalnya risetnya Prof Ward Berenschot, diskusi dengan saya juga, saya bawa ke DPR," kata Didik.

Pihaknya juga mengkritik praktik uang mahar dalam kontestasi pilkada. "Itu uang mahar harusnya nggak boleh ada, harus ditarik ke ranah ilegal, ranah kriminal. Jadi ada tukar menukar mahar untuk pencalonan itu seperti pelacuran, nggak boleh ada di situ. Tapi, partai kan tidak mau, karena partai dapatkan uang dari situ," ujarnya.

Salah satu solusi menghilangkan mahar politik dengan cara funding partai dan inovasi. "Solusinya funding partai harus dilakukan. Kedua harus banyak inovasi, walaupun mengubah struktur politik, nggak usah ada pilkada. Jangan ada pilkada, pilkada langsung aja, misalnya di Madura atau di Mojokerto itu anggota DPRD terbanyak dari partai terbesar langsung jadi bupati kan tidak ada politik uang, hilang, jadi harus banyak inovasi," ungkapnya.

"Jadi sekarang ini brutal sekali, harus banyak inovasi dan trackpol harus terlibat. Kalau tidak saya kira ini sangat berat," tambahnya.

Kepala Sekolah Demokrasi LP3ES Wijayanto mengatakan, tujuan diselenggarakannya Sekdem ini untuk melahirkan generasi demokrat yang setia pada nilai-nilai demokrasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!