Mahasiswa Gaza Dapat Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis dari BSMI-Unibraw

Senin, 15 Juli 2024 - 16:26 WIB
Sejak perang, rumahnya sudah hancur. Keluarga dari pihak suaminya pun sudah menjadi syuhada akibat dibom Israel. Dia meninggalkan Gaza bersama ayah, ibu, dan anak semata wayangnya, Hayya. Ikram bahkan kehilangan keluarga dari suaminya yang tewas akibat dibom oleh Israel.

Dengan suara bergetar, Ikram mengaku ingin berkomunikasi dengan bahasa Indonesia agar bisa menyampaikan perasaan yang sebenarnya untuk berterima kasih atas beasiswa tersebut.

"Di Palestina saya sudah menyaksikan bantuan-bantuan dari Indonesia. Bantuan medis atau makanan. Kami terasa senang karena sudah kehilangan semuanya. Kami sangat berterimakasih dan terharu tentang bantuan ini,” ujar Ikram.

Dia pun merasa Indonesia merupakan negara kedua baginya setelah Palestina. Menurut Ikram, masyarakat Indonesia yang mengundang mereka pada saat mereka terkena musibah. "Saya harap kita bisa bersama-sama tetap berjuang sampai sholat bersama di Masjidil Aqsa," pungkasnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!