Kunjungi PT Citra Asia Raya, Waka BRIN Perkuat Riset Limbah Elektronika
Selasa, 09 Juli 2024 - 19:20 WIB
Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Amarulla Octavian melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Citra Asia Raya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Foto/istimewa
JAKARTA - Wakil Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Amarulla Octavian melaksanakan kunjungan kerja ke PT. Citra Asia Raya di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.
Dalam kunjungannya, Waka BRIN didampingi 8 periset BRIN dari Organisasi Riset Energi dan Manufaktur yang diterima langsung oleh Direktur Irwan General Manager, beserta staf direksi.
Selama ini proses pengolahan limbah elektronika menerima berbagai peralatan elektronika seperti TV, CPU, server, laptop, tablet, ponsel, dan sebagainya yang memiliki tingkat kerusakan ringan hingga berat. Proses dimulai dengan memilah limbah elektronika sesuai dengan komponen untuk diekstraksi kandungan unsur logam, plastik, dan karet.
Baca juga: Waka BRIN Tinjau Inovasi Multipurposes Decommissioning and Salvage Vessel
Saat ini unsur limbah karet dan plastik sudah bisa dilakukan daur ulang menjadi produk turunan yang bermanfaat, sementara unsur logam dari berbagai jenis masih dilebur menjadi satu material campuran Ingot. Proses pengolahan tersebut dinilai masih memiliki keterbatasan margin keuntungan ketika diekspor.
Setelah berdiskusi dan mencermati langsung semua peralatan, bahan baku, kualitas SDM operator, kondisi lingkungan, hingga tingkat teknologi yang dikuasai maka dipandang penting bagi BRIN untuk melakukan riset lanjutan agar tercipta teknologi yang mampu melakukan ekstraksi limbah unsur logam sesuai dengan jenis logam masing-masing, seperti timbal, tembaga, aluminum, merkuri, arsenik, dan sebagainya. Dengan inovasi baru tersebut, maka semua limbah unsur logam akan memiliki daya jual lebih tinggi untuk dilakukan daur ulang.
Dalam kunjungannya, Waka BRIN didampingi 8 periset BRIN dari Organisasi Riset Energi dan Manufaktur yang diterima langsung oleh Direktur Irwan General Manager, beserta staf direksi.
Selama ini proses pengolahan limbah elektronika menerima berbagai peralatan elektronika seperti TV, CPU, server, laptop, tablet, ponsel, dan sebagainya yang memiliki tingkat kerusakan ringan hingga berat. Proses dimulai dengan memilah limbah elektronika sesuai dengan komponen untuk diekstraksi kandungan unsur logam, plastik, dan karet.
Baca juga: Waka BRIN Tinjau Inovasi Multipurposes Decommissioning and Salvage Vessel
Saat ini unsur limbah karet dan plastik sudah bisa dilakukan daur ulang menjadi produk turunan yang bermanfaat, sementara unsur logam dari berbagai jenis masih dilebur menjadi satu material campuran Ingot. Proses pengolahan tersebut dinilai masih memiliki keterbatasan margin keuntungan ketika diekspor.
Setelah berdiskusi dan mencermati langsung semua peralatan, bahan baku, kualitas SDM operator, kondisi lingkungan, hingga tingkat teknologi yang dikuasai maka dipandang penting bagi BRIN untuk melakukan riset lanjutan agar tercipta teknologi yang mampu melakukan ekstraksi limbah unsur logam sesuai dengan jenis logam masing-masing, seperti timbal, tembaga, aluminum, merkuri, arsenik, dan sebagainya. Dengan inovasi baru tersebut, maka semua limbah unsur logam akan memiliki daya jual lebih tinggi untuk dilakukan daur ulang.
Lihat Juga :