Wasekjen PKB Sebut PKS Blunder karena Usung Anies-Sohibul Iman
Rabu, 26 Juni 2024 - 17:49 WIB
Baca juga: Tetap Usung Anies di Pilgub Jakarta, PKB: PKS kan Sudah Ketua DPRD, Masak Cawagub Juga
Menurut Huda, duet Anies-Sohibul ini masih bisa berubah karena PKS belum bisa mencalonkan gubernur sendiri. PKS hanya memiliki 18 kursi dari 22 kursi yang dibutuhkan untuk mencalonkan gubernur.
"Jadi apa yang diskenariokan oleh PKS sebenarnya masih dalam peluang yang sangat cair. Cair dalam pengertian kan tentu kalau ada partai yang mengusung dua sosok sekaligus baik sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, itu kan secara fatsun politik partai yang sudah mempunyai golden tiket, mempunyai 20 persen. Nah kita tahu temen-temen kita PKS memang menang di pemilu legislatif kemarin. Tapi belum melampaui 20% karena baru 18 kursi sementara 20%-nya 22 kursi," katanya.
Oleh Karena itu, kata dia, langkah politik PKS itu berbahaya karena bisa membuat jalan buntu komunikasi dengan partai lain. Sehingga PKS tidak mendapatkan rekan koalisi untuk mengusung calon gubernur.
"Jadi menurut saya model memborong begini, memborong figur untuk partai yang tidak memenuhi dan tidak punya golden tiket menurut saya bahaya itu, bahaya," katanya.
Menurut Huda, duet Anies-Sohibul ini masih bisa berubah karena PKS belum bisa mencalonkan gubernur sendiri. PKS hanya memiliki 18 kursi dari 22 kursi yang dibutuhkan untuk mencalonkan gubernur.
"Jadi apa yang diskenariokan oleh PKS sebenarnya masih dalam peluang yang sangat cair. Cair dalam pengertian kan tentu kalau ada partai yang mengusung dua sosok sekaligus baik sebagai calon gubernur dan wakil gubernur, itu kan secara fatsun politik partai yang sudah mempunyai golden tiket, mempunyai 20 persen. Nah kita tahu temen-temen kita PKS memang menang di pemilu legislatif kemarin. Tapi belum melampaui 20% karena baru 18 kursi sementara 20%-nya 22 kursi," katanya.
Oleh Karena itu, kata dia, langkah politik PKS itu berbahaya karena bisa membuat jalan buntu komunikasi dengan partai lain. Sehingga PKS tidak mendapatkan rekan koalisi untuk mengusung calon gubernur.
"Jadi menurut saya model memborong begini, memborong figur untuk partai yang tidak memenuhi dan tidak punya golden tiket menurut saya bahaya itu, bahaya," katanya.
(abd)
Lihat Juga :