Komjen Pol Kelahiran Jawa Timur, Nomor 1 Pimpin Operasi Nemangkawi di Papua
Senin, 17 Juni 2024 - 05:15 WIB
Komjen Pol Imam Widodo merupakan Pati Polri yang sejak 14 Oktober 2023 ditugaskan sebagai Komandan Korps Brimob. Dari riwayat pengalamannya, ia memang sudah banyak mengabdikan diri di kepolisian terutama bidang Brigade Mobil. Selain pendidikan kepolisian umum, Imam Widodo juga banyak menempuh pendidikan lain. Beberapa di antaranya seperti PTIK, SESPIM hingga yang terakhir adalah SESKO TNI.
Imam Widodo termasuk perwira polisi yang memiliki karier cemerlang. Ia pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Tanjungpinang, kemudian menjadi Wadansat Brimob Polda Metro Jaya pada 2008. Dua tahun kemudian dipindah menjadi Dansat Brimob Polda Aceh. Setelah tiga tahun di Aceh, Imam ditarik ke Jakta menjadi Danden Gegana Korbrimob Polri (2013) dan mencapai jabatan Danpasgegana Korbrimob Polri pada 2017.
Dua tahun kemudian, Imam diangkat menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri (2019), lalu Danpaspelopor Korbrimob POlri pada 2020. Pada 2023, Imam diangkat sebentar menjadi Waadankorbrimob, lalu lanjut Dankorbrimob.
Sebagai prajurit kepolisian, jenderal bintang tiga ini pernah terjun di operasi pertempuran. Seperti Operasi Seroja, Pemberontakan di Aceh, dan Operasi Nemangkawi. Imam Widodo juga kerap mendapatkan tanda jasa atau penghargaan. Di antaranya seperti Satyalancana Operasi Kepolisian, Satyalancana Bhakti Buana dan United Nations Transitional Authority in Cambodia (UNTAC) Medal.
FOTO/WIKIPEDIA
Selanjutnya ada nama Komjen Pol Bambang Sunarwibowo. Polisi kelahiran Malang, 24 Mei 1966 itu baru saja pensiun tapi hingga kini masih menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN).
Lulusan Akpol 1988 ini mengawali karier di kepolisian sebagai Pama Polda Metro Jaya pada 1989. Selanjutnya ia pindah-pindah tugas, antara sebagai Pamarta Polres Metro Jakarta Timur (1989), Kanit Serse Ek Polres Metro Jakarta Timur (1991), Kanit Resintel Polsek Metro Jatinegara (1994), Kasubah Bindik SPN Lido Dit Diklat Polda Metro Jaya (1994).
Dua tahun kemudian, lulusan Sespim 2002 itu dipindah menjadi Pama di PTIK. Selanjutnya menjadi PS Pabda Littiras Paban VI/Litbang Asro Srena Polri (1998), Pabda Gartin Padya Progartin Paban III/Renprogar Srena (1999), Pamen Sespim Dediklat Polri (2002), Kasubbag Ren Bag Renmin Desumdaman Polri (2002), dan Kasubbag Rengarbang Roprogar Derenbang Polri (2003).
Imam Widodo termasuk perwira polisi yang memiliki karier cemerlang. Ia pernah mengemban tugas sebagai Kapolres Tanjungpinang, kemudian menjadi Wadansat Brimob Polda Metro Jaya pada 2008. Dua tahun kemudian dipindah menjadi Dansat Brimob Polda Aceh. Setelah tiga tahun di Aceh, Imam ditarik ke Jakta menjadi Danden Gegana Korbrimob Polri (2013) dan mencapai jabatan Danpasgegana Korbrimob Polri pada 2017.
Dua tahun kemudian, Imam diangkat menjadi Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri (2019), lalu Danpaspelopor Korbrimob POlri pada 2020. Pada 2023, Imam diangkat sebentar menjadi Waadankorbrimob, lalu lanjut Dankorbrimob.
Sebagai prajurit kepolisian, jenderal bintang tiga ini pernah terjun di operasi pertempuran. Seperti Operasi Seroja, Pemberontakan di Aceh, dan Operasi Nemangkawi. Imam Widodo juga kerap mendapatkan tanda jasa atau penghargaan. Di antaranya seperti Satyalancana Operasi Kepolisian, Satyalancana Bhakti Buana dan United Nations Transitional Authority in Cambodia (UNTAC) Medal.
2. Komjen Pol (Purn) Drs Bambang Sunarwibowo, SH, MHum
FOTO/WIKIPEDIA
Selanjutnya ada nama Komjen Pol Bambang Sunarwibowo. Polisi kelahiran Malang, 24 Mei 1966 itu baru saja pensiun tapi hingga kini masih menjabat sebagai Sekretaris Utama Badan Intelijen Negara (Sestama BIN).
Lulusan Akpol 1988 ini mengawali karier di kepolisian sebagai Pama Polda Metro Jaya pada 1989. Selanjutnya ia pindah-pindah tugas, antara sebagai Pamarta Polres Metro Jakarta Timur (1989), Kanit Serse Ek Polres Metro Jakarta Timur (1991), Kanit Resintel Polsek Metro Jatinegara (1994), Kasubah Bindik SPN Lido Dit Diklat Polda Metro Jaya (1994).
Dua tahun kemudian, lulusan Sespim 2002 itu dipindah menjadi Pama di PTIK. Selanjutnya menjadi PS Pabda Littiras Paban VI/Litbang Asro Srena Polri (1998), Pabda Gartin Padya Progartin Paban III/Renprogar Srena (1999), Pamen Sespim Dediklat Polri (2002), Kasubbag Ren Bag Renmin Desumdaman Polri (2002), dan Kasubbag Rengarbang Roprogar Derenbang Polri (2003).
Lihat Juga :