Deretan Jaksa Agung di Era Presiden Jokowi, Nomor 3 Meninggal Kecelakaan

Minggu, 09 Juni 2024 - 06:58 WIB
Pria kelahiran 3 Mei 1960, Padang, Sumatera Barat ini juga merupakan salah satu orang yang pernah menjabat Plt Jaksa Agung. Dia ditunjuk menjadi Plt Jaksa Agung oleh Presiden Jokowi berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 110/P Tahun 2019 tertanggal 18 Oktober 2019.

Berbagai jabatan pernah dia emban, di antaranya adalah Direktur Penyidikan pada Bagian Tindak Pidana Khusus pada Februari 2009, Kepala Kejaksaan Tinggi Lampung pada Oktober 2010, Inspektur Pengawasan pada Jamwas pada Agustus 2011.

Selain itu, Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Timur pada Agustus 2012, Jaksa Agung Muda Intelijen pada Juni 2014, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus pada Oktober 2015, dan Wakil Jaksa Agung pada November 2017. Dia pernah menerima penghargaan Satyalancana Karya Satya XXX dari Presiden RI pada 2011.

Arminsyah meninggal dunia dalam kecelakaan yang terjadi di KM 13 Tol Jagorawi pada Sabtu, 4 April 2020) siang. Mobil Nissan Skyline GT-R R35 yang dikemudikannya menabrak pembatas jalan hingga menghanguskan mobil sport tersebut.

Informasi dari kepolisian saat itu, seorang penumpang dilarikan ke Rumah Sakit Bina Husada Cibinong. Polisi juga menyebut seorang penumpang tersebut adalah rekan almarhum.

4. ST Burhanuddin



Foto/Dok SINDOnews

Pemilik nama lengkap Sanitiar Burhanuddin ini dilantik sebagai Jaksa Agung pengganti HM Prasetyo pada Rabu (23/10/2019). Pelantikannya dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta Pusat bersamaan dengan pelantikan menteri-menteri kabinet Indonesia Maju.

Dia menempuh pendidikan S1 di Universitas 17 Agustus di Semarang. Kemudian, S2 di Sekolah Tinggi Manajemen Labora di DKI Jakarta dan S3 di Universitas Satyagama di DKI Jakarta. Pria kelahiran Cirebon, 17 Juli 1954 ini mengikuti pendidikan pembentukan jaksa pada 1991.

Berbagai jabatan strategis di Korps Adhyaksa pernah diembannya, salah satunya menjabat sebagai Kajari Bangko Jambi pada 1999. Selain itu, Aspidum Kejati Jambi, Aspidsus Kejati NAD, Kajari Cilacap, Aswas Kejati Jawa Barat, dan Wakajati NAD.

Kariernya pun makin cemerlang. Dia dipromosikan menjadi Direktur Eksekusi dan Eksaminasi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada 2007.

Kemudian, adik dari anggota Komisi I DPR Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tubagus (TB) Hasanuddin ini pun pernah mendapatkan penghargaan Satyalancana Karya Satya XX dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2007.

Berikutnya, Burhanuddin menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara pada 2008. Setelah itu, Burhanuddin digeser menjadi Inspektur V Jaksa Agung Muda Pengawasan pada Kejaksaan Agung.

Pada 2010, Burhanuddin dimutasi menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi di Sulawesi Selatan. Lalu, menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara pada 2011.

ST Burhanuddin berbeda dengan Jaksa Agung pendahulunya, Prasetyo. Jika Prasetyo merupakan mantan kader Partai Nasdem, Burhanuddin bukan berasal dari kader partai politik. Burhanuddin merupakan jaksa senior yang berkarier dari bawah.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!