Aksi Heroik Pasukan Khusus TNI Bebaskan Kapal dari Pembajak di Somalia
Kamis, 20 Agustus 2020 - 14:49 WIB
Untuk mendukung tugas operasi, Denjaka mendapat perkuatan Sat 81/Penanggulangan Teror Kopassus, TNI AD, pasukan Intai Amfibi Marinir, Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, KRI Abdul Halim Perdanakusuma-355, KRI Yos Sudarso-353, satu kapal LPD KRI Banjarmasin-592, satu helikopter, sea riders serta LCVP. (Baca juga: Tim Gabungan TNI-Polri Bebaskan 1.148 Sandera)
”Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui rencana operasi yang dibuat oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin. Kapal MV Sinar Kudus dikuasai pembajak, difungsikan sebagai kapal induk perompak di perairan El Dhanan, Somalia. Sinar Kudus berada ditengah kumpulan kapal-kapal pembajak. Pasukan penyerbu segera bersiap, mereka menunggu perintah, melakukan serbuan kilat ke kapal,” katanya.
Menyikapi situasi yang tidak menentu, Presiden SBY memutuskan mengirimkan kekuatan tambahan. Satu kapal Landing Platform Deck (LPD) dilengkapi tank amfibi berkekuatan satu peleton marinir dari Batalyon Intai Amfibi 1 dan satu kompi pasukan Brigade Infanteri 2 Marinir. Kekuatan pasukan tersebut bersandi Operasi Merah Putih.
Mereka bersiap dengan situasi serbuan pantai ke Afrika. Untuk merebut tumpuan pantai, pasukan marinir mengerahkan tank amfibi bersenjatakan lengkap. Mereka bersiap melancarkan serangan, membebaskan MV Sinar Kudus dengan berbagai pilihan strategi tempur. Tiga sea rider yang diawaki pasukan khusus TNI dan salah satu sea rider diawaki langsung oleh Dandenjaka yang saat ini menjabat Dankormar bergerak menyerbu. Di udara, helikopter bersenjata General Purpose Machine Gun (GPMG) 7,62 mm melindungi gerak pasukan.
”Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyetujui rencana operasi yang dibuat oleh Komandan Korps Marinir (Dankormar) yang saat itu dijabat oleh Mayjen TNI (Mar) M. Alfan Baharudin. Kapal MV Sinar Kudus dikuasai pembajak, difungsikan sebagai kapal induk perompak di perairan El Dhanan, Somalia. Sinar Kudus berada ditengah kumpulan kapal-kapal pembajak. Pasukan penyerbu segera bersiap, mereka menunggu perintah, melakukan serbuan kilat ke kapal,” katanya.
Menyikapi situasi yang tidak menentu, Presiden SBY memutuskan mengirimkan kekuatan tambahan. Satu kapal Landing Platform Deck (LPD) dilengkapi tank amfibi berkekuatan satu peleton marinir dari Batalyon Intai Amfibi 1 dan satu kompi pasukan Brigade Infanteri 2 Marinir. Kekuatan pasukan tersebut bersandi Operasi Merah Putih.
Mereka bersiap dengan situasi serbuan pantai ke Afrika. Untuk merebut tumpuan pantai, pasukan marinir mengerahkan tank amfibi bersenjatakan lengkap. Mereka bersiap melancarkan serangan, membebaskan MV Sinar Kudus dengan berbagai pilihan strategi tempur. Tiga sea rider yang diawaki pasukan khusus TNI dan salah satu sea rider diawaki langsung oleh Dandenjaka yang saat ini menjabat Dankormar bergerak menyerbu. Di udara, helikopter bersenjata General Purpose Machine Gun (GPMG) 7,62 mm melindungi gerak pasukan.
Lihat Juga :