Menag dan BPIP: Kerukunan Beragama Perlu Dijaga
Kamis, 20 Agustus 2020 - 09:17 WIB
Senada dengan Menteri Agama, Kepala BPIP, Prof Yudian Wahyudi menjelaskan, bahwa momentum peringatan HUT RI dan Tahun Baru Hijriyah selayaknya dipakai sebagai refleksi tentang hubungan mutualistik antara agama dan kebangsaan. Hijrah Nabi ke Madinah menunjukkan kesamaan dengan kemerdekaan dalam hal pembebasan dari keterbelakangan. Ikrar kemerdekaan yang menggarisbawahi persatuan di antara keberagaman juga sejalan dengan Piagam Madinah dalam risalah Nabi.
"Dalam sejarah keislaman, Nabi muhammad menunjukkan keberagaman dalam bentuk piagam Madinah, keberagaman diterima dalam suatu kenyataan yang menjadi konsensus bersama untuk mengelola keberagaman," ucap Prof Yudian Wahyudi.
Prof Yudian juga menjelaskan, dalam menyambut momentum Tahun Baru Hijriah yang berdekatan dengan kemerdekaan Bangsa. Ia ingin bangsa Indonesia terbebas dari eksploitasi penindasan dan kolonialisme.
"Dalam momentum menyambut tahun baru hijriah kita harus berefleksi secara simbolik untuk pembebasan manusia dari pembebasan eksploitasi penindasan dan kesamaan dari kemerdekaan titik dari pembebasan dari kolonialisme," tegas Prof Yudian.
Webinar bedah buku "Nalar Kerukunan, Merawat Keberagaman Bangsa, Mengawal NKRI. Selain menghadirkan penulis Prof Saidurrahman, juga mengundang pembicara Prof Jamal Wiwoho (Rektor Universitas Sebelas Maret) dan Anggota Dewan Pengarah BPIP yaitu Sudhamek dan Pdt Andreas Anangguru Yewangoe.
"Dalam sejarah keislaman, Nabi muhammad menunjukkan keberagaman dalam bentuk piagam Madinah, keberagaman diterima dalam suatu kenyataan yang menjadi konsensus bersama untuk mengelola keberagaman," ucap Prof Yudian Wahyudi.
Prof Yudian juga menjelaskan, dalam menyambut momentum Tahun Baru Hijriah yang berdekatan dengan kemerdekaan Bangsa. Ia ingin bangsa Indonesia terbebas dari eksploitasi penindasan dan kolonialisme.
"Dalam momentum menyambut tahun baru hijriah kita harus berefleksi secara simbolik untuk pembebasan manusia dari pembebasan eksploitasi penindasan dan kesamaan dari kemerdekaan titik dari pembebasan dari kolonialisme," tegas Prof Yudian.
Webinar bedah buku "Nalar Kerukunan, Merawat Keberagaman Bangsa, Mengawal NKRI. Selain menghadirkan penulis Prof Saidurrahman, juga mengundang pembicara Prof Jamal Wiwoho (Rektor Universitas Sebelas Maret) dan Anggota Dewan Pengarah BPIP yaitu Sudhamek dan Pdt Andreas Anangguru Yewangoe.
(alf)
Lihat Juga :