Pesan Ketua Umum PP Muhammadiyah untuk Penyelenggara Negara
Rabu, 19 Agustus 2020 - 20:58 WIB
”Sikap kritis merupakan wujud amar ma'ruf nahi munkar yang terus dilakukan tanpa angkuh diri, sesuai jalur dan jatidiri organisasi untuk perbaikan negeri,” tutur Haedar.
Sebaliknya, Haedar pun mengingatkan kewajiban penyelenggara negara untuk menjalankan perintah konstitusi dalam mengurus negara dan hajat hidup rakyat dengan benar dan amanah.
(Baca: Ketum PP Muhammadiyah Berharap MUI Jadi Perekat Umat dan Bangsa)
”Jalankan konstitusi dengan konsisten tanpa penyimpangan. Buka ruang kritik dan dialog dengan bijak tanpa merasa digdaya. Semua pihak berhak bersuara positif maupun kritis tentang tanah airnya secara bertanggungjawab tanpa saling menegasikan,” ujar Haedar.
Haedar mengatakan bahwa Indonesia milik bersama. Karena itu semua pihak perlu berintrospeksi tanpa angkuh diri. Sebab siapa tahu satu sama lain telah memberi andil pada nestapa ibu pertiwi. ”Pecahkan masalah bangsa secara bersama dengan sikap kenegarawanan bermarwah utama,” katanya.
Sebaliknya, Haedar pun mengingatkan kewajiban penyelenggara negara untuk menjalankan perintah konstitusi dalam mengurus negara dan hajat hidup rakyat dengan benar dan amanah.
(Baca: Ketum PP Muhammadiyah Berharap MUI Jadi Perekat Umat dan Bangsa)
”Jalankan konstitusi dengan konsisten tanpa penyimpangan. Buka ruang kritik dan dialog dengan bijak tanpa merasa digdaya. Semua pihak berhak bersuara positif maupun kritis tentang tanah airnya secara bertanggungjawab tanpa saling menegasikan,” ujar Haedar.
Haedar mengatakan bahwa Indonesia milik bersama. Karena itu semua pihak perlu berintrospeksi tanpa angkuh diri. Sebab siapa tahu satu sama lain telah memberi andil pada nestapa ibu pertiwi. ”Pecahkan masalah bangsa secara bersama dengan sikap kenegarawanan bermarwah utama,” katanya.
(muh)
Lihat Juga :