Presiden Jokowi Resmi Buka KTT ke-10 WWF di Bali
Senin, 20 Mei 2024 - 09:37 WIB
"Tanpa air tidak ada makanan tidak ada perdamaian tidak ada kehidupan no water no life no growth. Oleh sebab itu air harus dikelola dengan baik karena setiap tetesnya sangat berharga," kata Jokowi.
Jokowi menjelaskan sebagai negara dengan luas perairan yang mencapai 65%, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai sampai tepian danau.
Baca juga: Gala Dinner KTT ke-10 WWF di Bali, Jokowi Sambut Langsung Delegasi di GWK
"Masyarakat kami memiliki nilai budaya terhadap air salah satunya adalah sistem pengairan subak di Bali yang dipraktikkan sejak abad ke-11 yang lalu dan diakui sebagai warisan budaya dunia," jelasnya.
Selain itu, bagi masyarakat Bali air adalah kemuliaan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya yang harus dikelola bersama-sama. Hal tersebut, katanya, sejalan dengan tema WWF tahun ini yaitu air bagi kemakmuran bersama yang bisa dimaknai menjadi 3 prinsip dasar.
Jokowi menjelaskan sebagai negara dengan luas perairan yang mencapai 65%, Indonesia kaya kearifan lokal dalam pengelolaan air. Mulai dari sepanjang garis pantai, pinggiran aliran sungai sampai tepian danau.
Baca juga: Gala Dinner KTT ke-10 WWF di Bali, Jokowi Sambut Langsung Delegasi di GWK
"Masyarakat kami memiliki nilai budaya terhadap air salah satunya adalah sistem pengairan subak di Bali yang dipraktikkan sejak abad ke-11 yang lalu dan diakui sebagai warisan budaya dunia," jelasnya.
Selain itu, bagi masyarakat Bali air adalah kemuliaan yang mengandung nilai-nilai spiritual dan budaya yang harus dikelola bersama-sama. Hal tersebut, katanya, sejalan dengan tema WWF tahun ini yaitu air bagi kemakmuran bersama yang bisa dimaknai menjadi 3 prinsip dasar.
Lihat Juga :