Hargai Deklarasi KAMI, Pagar Nusa NU Minta Isu Rasial dan Agama Tak Dipakai
Rabu, 19 Agustus 2020 - 13:35 WIB
Menurut Nabil, dalam kurun satu dekade terakhir, isu etnis dan agama menjadi komoditas yang sering digunakan dalam kontestasi politik. Maka, peristiwa ini diharapkan jangan sampai terjadi lagi, karena korbannya rakyat sendiri dan warga Indonesia.
(Baca: KAMI Deklarasi, Politikus Demokrat: Pemegang Kekuasaan Tak Perlu Risau)
"Nah, KAMI jangan sampai menggunakan sentimen rasial dan agama. Justru, harus mampu merangkul semua elemen bangsa," ujar politikus PDI Perjuangan ini melanjutkan.
Di sisi lain, kata Nabil, jebakan oligarki politik juga memerlukan pemerataan kesejateraan. Ia menilai, dari perubahan politik beberapa tahun yang terakhir, sangat terlihat bagaimana peran-peran dari oligarki yang memangkas aspirasi rakyat.
"Nah, ke depan, perlu ada pemerataan akses. Bahwa, juga kelompok yang kaya juga membuka ruang untuk membantu yang kurang mampu, serta mendukung pengusaha-pengusaha baru. Ini penting, agar ada pemerataan akses ekonomi, pendidikan, politik dan hak publik," pungkas dia.
(Baca: KAMI Deklarasi, Politikus Demokrat: Pemegang Kekuasaan Tak Perlu Risau)
"Nah, KAMI jangan sampai menggunakan sentimen rasial dan agama. Justru, harus mampu merangkul semua elemen bangsa," ujar politikus PDI Perjuangan ini melanjutkan.
Di sisi lain, kata Nabil, jebakan oligarki politik juga memerlukan pemerataan kesejateraan. Ia menilai, dari perubahan politik beberapa tahun yang terakhir, sangat terlihat bagaimana peran-peran dari oligarki yang memangkas aspirasi rakyat.
"Nah, ke depan, perlu ada pemerataan akses. Bahwa, juga kelompok yang kaya juga membuka ruang untuk membantu yang kurang mampu, serta mendukung pengusaha-pengusaha baru. Ini penting, agar ada pemerataan akses ekonomi, pendidikan, politik dan hak publik," pungkas dia.
(muh)
Lihat Juga :